Dinkes Lebak Siapkan 1.300 Vial Anti Bisa Ular, Tiga Kecamatan Diprioritaskan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak saat ini telah menyiapkan sebanyak 1.300 vial anti bisa ular atau ABU.

Penulis: Nurandi | Editor: Abdul Rosid
Ilustarsi/Net
Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak saat ini telah menyiapkan sebanyak 1.300 vial anti bisa ular atau ABU. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak saat ini telah menyiapkan sebanyak 1.300 vial anti bisa ular atau ABU.

Hal itu dilakukan lantaran, Dinkes Lebak saat ini hanya memiliki anti bisa ular sebanyak 44 vial.

Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Lebak, Endang Komarudin, mengatakan kekosongan ABU karena dari pihak produsen sudah tidak ada.

"Kekosongan disebabkan adanya kekosongan dari pihak produsen yang tidak ada, yakni berupa serum ABU," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Wisata Banten: 13 Wisata Populer di Provinsi Banten yang Wajib Dikunjungi

Dirinya melanjutkan ketersediaan ABU di Dinkes Lebak baru ada pada akhir bulan Agustus.

"Nanti ABU tersebut akan ada, pada akhir bulan untuk saat belum ada ABU nya," ujarnya.

Dinkes Lebak mencatat saat ini, kasus warga yang terkena gigitan ular berbisa sedang meningkat di tahun 2022.

Dari data sementara, terdapat tiga wilayah yang dimana warganya kerap terkena gigitan ular.

Ketiga wilayah tersebut di antaranya, Kecamatan Bojongmanik, Kecamatan Cirinteun dan Kecamatan Leuwidamar.

"Di situ sering ada warga yang terkena gigitan ular berbisa, karena dekat dengan perkampungan Baduy," katanya.

Endang menyampaikan dari tiga kecamatan tersebut banyak warga yang memang datang ke tiga Puskemas.

"Jadi banyak warga yang datang ke Puskemas Cisimeut, Puskesmas Bojongmanik dan Puskesmas Cirinteun," ujarnya.

Dengan tingginya kasus tersebut, Dinkes Lebak akan menyalurkan serum ABU ke setiap Puskemas antisipasi warga yang terkena gigitan ular.

Baca juga: Harga Telur di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak Naik Jadi Rp 30 Ribu per Kilogram

Setiap pasien yang terkena gigitan ular berbeda-beda, ada yang bisa 1 hingga 2 vial serum ABU.

"Saat ini setiap Puskesmas juga harus berkoordinasi dengan kami, untuk menambah ketersediaan jumlah ABU," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved