Breaking News:

Surat Pengunduran Diri Ferdy Sambo Tak Langsung Dikabulkan, Kapolri: Dihitung, Apakah Bisa Diproses

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku telah membaca surat pengunduran diri Irjen Ferdy Sambo sebagai anggota polri.

Tribunnews.com
Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J dilakukan di Mako Brimod Polri, Kamis (11/8/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku telah membaca surat pengunduran diri Irjen Ferdy Sambo sebagai anggota polri.

Adapun informarsi Ferdy Sambo mengajukan surat pengunduran diri terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR dan Kapolri, Rabu (24/8/2022).

"Ya ada suratnya," kata Listyo Sigit dalam rapat di Komisi III DPR dikutip dari Tribunnews, Kamis (25/8/2022).

Listyo Sigit mengatakan surat tersebut masih dipertimbangkan oleh internal Polri, apakah diterima atau tidak.

"Tentu kemudian dihitung apakah itu bisa diproses atau tidak," katanya.

Saat ini, Irjen Ferdy Sambo berstatus tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

TONTON JUGA

Baca juga: Ferdy Sambo Menangis dan Izinkan Kak Seto Dampingi Anak-anaknya, Titipkan Pesan untuk Disemangati

Status yang sama disematkan terjadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan dua pengawal serta seorang asisten rumah tangga.

Mereka adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuat Ma'ruf.

Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap 97 anggota polisi diperiksa buntut penanganan dugaan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Dari jumlah itu, 35 di antaranya terbukti melanggar kode etik profesi. Adapun 4 orang di antaranya merupakan perwira tinggi Polri.

"Kami telah memeriksa 97 personel. 35 orang diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi dengan rincian berdasarkan pangkat ini selain pidana juga dikenakan kode etik, Irjen Pol 1 personel, Brigjen Pol 3 orang, Kombes Pol 6 orang, AKBP 7 orang, Kompol 4, AKP 5, Iptu 2, Ipda 1, Bripka 1, Brigadir Polisi 1, Briptu 2 dan Bharada 2," kata Listyo Sigit Prabowo di Komisi III.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima aduan tentang adanya dugaan suap yang dilakukan Ferdy Sambo kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima aduan tentang adanya dugaan suap yang dilakukan Ferdy Sambo kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). (Kloase/Net)

Baca juga: Kapolri: Anggota Div Propam & Bareskrim Rusak CCTV yang Ada di Pos Satpam Rumah Ferdy Sambo

Listyo Sigit menuturkan bahwa ada 18 anggota polisi yang juga harus ditahan di tempat khusus (patsus).

Mereka ditahan di Mako Brimob Polri maupun Provos Mabes Polri.

"Dari 35 personel tersebut 18 saat ini sudah kita tempatkan di penempatan khusus, sementara yang lain masih berproses pemeriksaannya."

"Dua saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan laporan polisi dari Bareskrim sehingga tinggal 16 orang yang ada dipatsus, sementara sisanya jadi tahanan berkait dengan kasus yang dilaporkan di Bareskrim," jelas Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan proses sidang etik kepada puluhan anggota yang melanggar di kasus Brigadir J paling lambat 30 hari ke depan.

"Kami tentunya berkomitmen untuk segera bisa menyelesaikan proses sidang etik profesi ini dalam waktu 30 hari ke depan, ini juga untuk memberikan kepastian hukum terhadap pada terduga pelanggar," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Ferdy Sambo Ajukan Surat Pengunduran Diri, Polri Tak Langsung Mengabulkan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved