Breaking News:

Keroyok dan Lucuti Celana Ade Armando, Terdakwa Nangis di Depan Hakim: Tak Ada Niat

Komar, terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando, Dosen Universitas Indonesia, menangis di persidangan.

Editor: Glery Lazuardi
Capture Video
Ade Armando di tengah kerumunan massa saat unjuk rasa di gedung DPR RI Jakarta, Senin (11/4/2022). Komar, terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando, Dosen Universitas Indonesia, menangis di persidangan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Komar, terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando, Dosen Universitas Indonesia, menangis di persidangan.

Pada Senin (29/8/2022) kemarin, sidang beragenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi oleh kuasa hukum terdakwa.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Baca juga: Sayembara Uang Rp50 Juta untuk Tangkap Pelaku Pelucutan Celana Ade Armando, Ini Ciri-cirinya

Selain Komar, ada lima terdakwa lainnya. Yaitu Marcos Iswan, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ui Haq, dan Muhammad Bagja.

Di persidangan, Komar menangis sesenggukan, meminta majelis hakim menjatuhkan vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Baca juga: Alasan Abdul Manaf Tak Terlibat Pengeroyokan Ade Armando, Benarkah Polisi Keliru Tetapkan Tersangka?

Pada sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun kepada enam terdakwa.

Jaksa menilai, para terdakwa telah melanggar Pasal 170 Ayat (2) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) sebagaimana dakwaan primer dan Pasal 170 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan subsider.

Saat Hakim Ketua Dewa Ketut Kartana memberinya kesempatan untuk membacakan pleidoi, Komar mengaku sejak awal tidak berencana mengeroyok Ade Armando.

"Saya tidak ada niatan untuk memukuli saksi korban," ujar Komar sambil menangis saat menyampaikan pleidoi atau nota pembelaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (29/08/2022).

Atas dasar tersebut, Komar meminta majelis hakim meringankan hukuman enam terdakwa pengeroyok Ade Armando, bukan hanya dirinya.

Baca juga: Ditelanjangi, Kantung Kemih Ade Armando Alami Pendarahan Gegara Bagian Vitalnya Diinjak Massa

Ia berharap, keenam terdakwa mendapatkan keadilan karena telah bersikap kooperatif dan mengakui kesalahan.

"Saksi korban sudah berpuluh-puluh kali dilaporkan (ke polisi), tapi kami hanya sekali memukul sampai ditahan 5 bulan dengan tuntutan 2 tahun penjara," ungkap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Isak Tangis dan Penyesalan Terdakwa Pengeroyok Ade Armando di Depan Hakim, Memohon Keringanan Hukuman"

Isak Tears and Regrets of Defendant Beating Ade Armando in Front of Judge, Asking for Combating Sentence

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved