Rusia Korting Harga Minyak, India dan China Jadi Pembeli Terbesar, Bagaimana Indonesia?
Pemerintah Rusia menjual minyak mentah dengan harga murah atau dikorting lebih dari 30 persen dari harga jual minyak mentah dunia.
Sejumlah pemerintah dan perusahaan asing memutuskan menghindari produk energi dari Rusia, dan hal ini membuat harganya turun.
Pada satu titik di awal tahun, minyak mentah Rusia lebih murah 30 per barel dollar AS dibandingkan minyak mentah Brent yang menjadi tolok ukur global.
Harga pasti minyak mentah yang dijual ke India belum diketahui harganya, namun potongan harga minyak mentah Rusia telah mencapai sekitar 20 dollar AS per barel.
Padahal, jumlah impor minyak mentah dari Rusia ke India sempat turun tipis pada Juli lalu karena harganya kurang menarik dibandingkan minyak mentah dari Arab Saudi.
Pemerintah India mengatakan tetap membeli produk bahan bakar fosil dari Rusia, karena mereka harus mendapatkan minyak dari tempat yang paling murah.
Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba mengatakan "setiap barel minyak mentah dari Rusia yang dikirim ke India terdapat kandungan darah warga Ukraina di dalamnya".
Namun, pemerintah Amerika Serikat mengakui bahwa mereka tak bisa menghentikan aksi jual-beli ini karena tidak ada sanksi sekunder pada negara-negara lain yang melakukan bisnis dengan Rusia.
Belum jelas pula apakah India atau China akan mengikuti rencana negara-negara G7 (Inggris, AS, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, dan Jepang) untuk membatasi minyak Rusia dalam upaya menghambat pemasukan Moskwa dari ekspor energi.
Baca juga: Digempur Sanksi Ekonomi Uni Eropa & AS, Pendapatan Ekspor Minyak Rusia Justru Meningkat 38 Persen
Bagaimana dengan Indonesia?
Dalam unggahannya, sebelum kenaikan harga BBM bersubsidi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno, sempat menyinggung opsi pemerintah RI membeli minyak mentah dari Rusia.
"Saat ini teman-teman di sektor keuangan lagi ngitung-ngitung. Kita harus tegas, untuk tidak pro terhadap salah satu negara," kata Sandiaga dalam akun Instagramnya.
Dalam unggahan yang sama, Sandiaga juga mengatakan pemerintah memperhitungkan risiko sanksi dari Barat dan AS.
Opsi membeli minyak mentah dari Rusia juga sempat disampaikan anggota DPR Komisi VII, Syaikhul Islam.
"Kalau ada tawaran harga crude Rusia yang lebih murah 30 persen, kenapa tidak diambil? Dan kita berharap dengan adanya crude yang murah itu, tidak ada kenaikan BBM," kata Syaikhul dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Rabu (24/8/2022).
Baca juga: Bagi-bagi Minyak Goreng & Beras Gratis, Aksi Krisdayanti saat Lakukan Ini Tuai Pujian: MasyaAllah
Namun saat itu, Menteri Arifin Tasrif tidak menjawab secara rinci tentang pertanyaan mengenai opsi pembelian minyak dari Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/presiden-rusia-vladimir-putin-menyindir-uni-eropa-yang-sok-memberlakukan-embargo-kepada-rusia.jpg)