Breaking News:

Mahfud MD Ngaku Kantongi Identitas hingga Motif Hacker Bjorka, Beri Bocoran: Dia Tidak Ada Keahlian!

Menko Polhukam RI Mahmud MD mengaku telah mengidentifikasi indentitas, lokasi hingga tingkat kemampuan hacker Bjorka.

Telegram @bjorkanism
Foto profil Bjorkanism di Telegram, Hacker yang kerap bagikan data pribadi Indonesia.    

TRIBUNBANTEN.COM - Menko Polhukam RI Mahmud MD mengaku telah mengidentifikasi indentitas, lokasi hingga tingkat kemampuan hacker Bjorka.

Diketahui, hacker Bjorka tengah menjadi sorotan publik lantaran diduga telah meretas dan membocorkan sejumlah data milik negara serta pejabat negara.

Data-data tersebut disebarkan ke publik melalui akun Twitter Bjorka, dengan username @Bjorkanism_.

Saat konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam RI, Rabu (14/9/2022), Mahfud mengatakan jika pemerintah memang masih melakukan penyelidikan.

Namun gambaran pelaku mulai teridentifikasi dengan baik oleh BIN dan Polri.

"Kita terus menyelidiki. Karena sampai sekarang ini memang gambaran-gambaran pelakunya sudah teridentifikasi dengan baik oleh BIN dan Polri, tetapi belum bisa diumumkan."

"Gambaran-gambaran siapa dan di mananya itu kita sudah punya alat untuk melacak itu semua," kata Mahfud.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019).
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Baca juga: Gandeng Bareskrim Polri, BSSN Gencar Telusuri Latar Belakang Hacker Bjorka, Sudah Ada yang Terkuak?

Mahfud mengatakan motif dari perbuatan Bjorka tersebut diketahui beragam.

Motif yang telah teridentifikasi tersebut di antaranya politik, ekonomi, jual-beli, dan sebagainya.

"Motif-motif kayak gitu itu sebenarnya tidak ada yang terlalu membahayakan," kata Mahfud.

Selain itu, berdasarkan rapat koordinasi dengan Kepala BIN, Kapolri, Kepala BSSN, dan Menkominfo pada Rabu (14/9/2022), Bjorka tidak memiliki keahlian membobol data yang sungguh-sungguh.

Menurut prasangka baik dari pemerintah, Bjorka hanya ingin memberitahu bahwa pemerintah harus hati-hati.

"Bahkan kalau dari hasil kesimpulan tadi, apa yang disebut Bjorka ini sebenarnya tidak punya keahlian atau kemampuan membobol yang sungguh-sungguh," kata Mahfud.

"Itu hanya ingin memberi tahu kepada kita, menurut persepsi baik kita, ingin memberi tahu bahwa kita harus hati-hati. Kita bisa dibobol dan sebagainya, tapi sampai saat ini tidak," sambung Mahfud.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved