Breaking News:

Potensi Ferdy Sambo Cs Lepas dari Tahanan Jika Ini Terjadi, IPW Ingatkan Maksimal Penahanan 120 Hari

IPW mengingatkan agar proses penanganan kasus pembunuhan Brigadir J tidak melebihi batas masa tahanan para tersangka.

Editor: Vega Dhini
Tribunnews.com
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan agar proses penanganan kasus pembunuhan Brigadir J tidak melebihi batas masa tahanan para tersangka. 

TRIBUNBANTEN.COM - Hingga kini kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih bergulir.

Hingga kini, polisi telah menetapkan lima orang tersangka atas kematian Brigadir J.

Kelima tersangka tersebut antara lain Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi.

Putri Candrawathi Istri mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. Pengacara Putri Candrawathi, Arman Hanis mengakui kliennya meminjam nama ajudannya untuk membuka rekening di bank.
Putri Candrawathi Istri mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. Pengacara Putri Candrawathi, Arman Hanis mengakui kliennya meminjam nama ajudannya untuk membuka rekening di bank. (Grafis Tribunnews)

Baca juga: Pihak Brigadir J Duga Ferdy Sambo Guyur Uang ke Banyak Lembaga untuk Embuskan Isu Pelecehan Seksual

Baca juga: Ingat Anak Kamu! Tangis Bripka RR Pecah Dengar Permintaan Sang Istri, Tak Mau Dianggap Pembunuh

Soal kasus Brigadir J yang hingga kini masih dalam proses penanganan, Indonesia Police Watch ( IPW) mengingatkan agar proses penanganan kasus pembunuhan Brigadir J tidak melebihi batas masa tahanan para tersangka.

Menurut Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, berpendapat, yang terpenting pada penanganan kasus ini adalah tidak melebihi masa penahanan maksimal 120 hari.

“Jangan sampai nanti 120 hari ternyata belum lengkap, itu tersangka harus dilepaskan semua demi hukum,” jelasnya dalam dialog Kompas Petang di Kompas TV, Rabu (14/9/2022).

Meski demikian, menurut Sugeng, proses penanganan kasus ini tergolong cepat, termasuk proses penyidikannya.

Mengenai belum lengkapnya berkas perkara seperti petunjuk jaksa, Sugeng menyebut dirinya tidak bisa mengetahui secara pasti.

Tapi, ia menduga hal yang belum lengkap tersebut berkaitan dengan motif dan penembak Yosua.

“Kita hanya bisa menduga,  terkait motif, kemudian terkait apakah FS menembak atau tidak. Itu yang terlihat nyata.”

“Kemudian tentang informasi mengenai adanya penambahan proyektil peluru,” lanjut Sugeng.


Ia menambahkan, petunjuk jaksa mungkin tentang detail-detail pembuktiannya, agar pembuktiannya menjadi lebih cermat.

“Kecermatan itu penting, karena jaksa yang akan membawa perkara ini ke pengadilan,jadi pertanggungjawabannya ada pada jaksa.”

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved