Batalyon 120 Makassar, Ormas eks Preman untuk Turunkan Angka Kriminal, Heboh Usai Markas Digerebek

Batalyon 120 Makassar sedang menjadi sorotan. Batalyon 120 Makassar merupakan ormas beranggotakan eks preman.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Batalyon 120 Makassar sedang menjadi sorotan. Batalyon 120 Makassar merupakan ormas beranggotakan eks preman. 

TRIBUNBANTEN.COM - Batalyon 120 Makassar sedang menjadi sorotan. Batalyon 120 Makassar merupakan ormas beranggotakan eks preman.

Batalyon 120 Makassar itu dibentuk oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto dan Wali Kota Makassar Danny Pomanto

Belakangan, Batalyon 120 Makassar menjadi sorotan setelah adanya penggerebekan dan ditemukan sejumlah senjata tajam, 164 anak panah dan botol minuman keras.

Akademisi di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Ibnu Hadjar Yusuf menilai upaya Kombes Pol Budhi Haryanto membuat tingkat kriminalitas dan kejahatan pada beberapa titik di Kota Makassar menurun.

Padahal, kata dia, sebelumnya angka kriminalitas sangat tinggi, seperti pembusuran, begal, perang antar kelompok serta berbagai tindak kriminal lainnya.

Baca juga: Ikut Tawuran Antarkelompok, Pria di Tangsel Tewas Dengan Luka Bacok di Perut, Polisi Selidiki Pelaku

"Strategi Langkah yang dicapai Kapolres Budhi Haryanto berhasil melakukan pendeteksian sejak dini terhadap para pelaku kriminal, menelusuri sumber pemicu terjadinya tindak pidana, serta titik rawan yang menjadi sumber terjadinya kriminalitas," papar Ibnu Hadjar.

Menurut Ibnu Hadjar, kemampuan Budhi Haryanto dalam mempolakan lokasi rawan kriminal merupakan solusi dalam meminimalisir tingkat kriminalitas di Kota Makassar.

Salah satu yang dilakukan adalah membentuk para eks preman atau pelaku kriminal dalam organisasi Batalyon 120.

Organisasi ini merupakan wadah Forkopimda dalam kiprahnya untuk menampung dan merekrut sejumlah mantan preman dan pelaku kejahatan di Kota Makassar yang selanjutnya dilakukan pembinaan agar menjadi manusia yang jauh lebih baik.

"Bentuk pembinaan tersebut dilakukan dengan memberikan ruang edukasi, pembinaan, serta membuka lapangan pekerjaan. Apa yang telah dilakukan Kapolres Budhi menghasilkan hasil dengan menurunnya tingkat kriminalitas di Kota Makassar, hal ini tentunya perlu mendapatkan apresiasi dari masyarakat," tulis Ibnu Hadjar.

Ibnu Hadjar juga menanggapi penggerebekan di Markas Batalyon 120. Menurutnya, penemuan jumlah busur dan senjata tajam merupakan barang-barang yang akan dikumpulkan oleh anak-anak Batalyon 120 yang selanjutnya diserahkan secara resmi kepada Kapolrestabes Makassar.

“Makanya dikumpulkan dulu di markas barang-barang itu. Barang-barang itu nantinya akan diserahkan oleh anak-anak Batalyon 120 yang selanjutnya diberikan kepada Kapolrestabes Makassar secara resmi. Terkait hubungan anak-anak batalyon 120 sudah sangat jelas klarifikasi yang dilakukan Kapolrestabes Makassar,” katanya.

Pelepasan anak-anak Batalyon 120 selanjutnya akan dilakukan pembinaan, karena tidak ditemukan tindakan kriminal yang melanggar hukum.

Ibnu Hadjar memaparkan fakta bahwa sajam dan temuan lain yang dimusnahkan merupakan bukti komitmen Kapolrestabes Makassar untuk melawan tindakan hukum apapun.

Diberitakan sebelumnya, pada hari Selasa 13 september 2022 dari beberapa video beredar dan media online, telah berlangsung pemusnahan barang serahan dan barang temuan senjata tajam di wailayah Hukum Polrestabes Makassar yang di pimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar Budi Haryanto.

Baca juga: Pengamanan Empat Wilayah Perbatasan di Kota Tangerang Diperketat, Rentan Terjadi Tawuran

Kemudian turut hadir Wali kota Makassar Danny Pomanto, ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo, Kajari Makassar Andi Sundari, serta para kapolsek jajaran Polrestabes Makassar dan dihadiri oleh Iptu Faizal.

"Artinya kita sudah bisa menyimpulkan bahwa tidak ada lagi permasalahan dengan adanya penjelasan yang lengkap dari unsur Forkompinda kota Makassar dan Iptu Faizal telah mengklarifikasi di depan awak media," pungkas Ibnu Hadjar.

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Haryanto mengatakan, salah satu program yang ia bawa saat menjabat adalah aktif dalam pendekatan kepada masyarakat.

"Kanit Reskrim Tallo digeser. Saya selaku Kapolres mempunyai program dari awal, dekatkan diri kalian dengan masyarakat. Dengan cara apa, salah satu caranya, kita ini punya Restorative Justice (RJ). Diatur dalam Peraturan Polisi No 8 tahun 2021," jelasnya dalam video Humas Polrestabes yang beredar, seperti diberitakan TribunTimur.com.

Kombes Budhi Haryanto beralasan pembentukan Batalyon 120 Makassar demi mengurangi angka tawuran.

Kombes Budhi Haryanto mengungkapkan, tawuran antar warga begitu marak ketika ia pertama kali bertugas memimpin Polrestabes Makassar.

Terbaru, beredar kabar Tim Inspektorat Khusus Divisi Propam Polri turun tangan mengusut polemik itu.

Informasi yang diperoleh, Tim Irsus Mabes Polri itu telah tiba di Polda Sulsel.

"Itsus Mabes Polri sdh tiba di Polda untuk usut masalah Batalyon 120," tulis pesan yang diperoleh tribun.

Informasi itu, juga terkonfirmasi ke informan tribun di Polda Sulsel.

"Iya betul," kata informan tribun.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Agoeng Koerniawan mengatakan, menyerahkan sepenuhnya komentar terkait polemik Batalyon 120 dan pencopotan Iptu Faizal ke Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana.

"Sudah disampaikan oleh Kabid Humas," kata Kombes Pol Agoeng melalui pesan WhatsApp kepada tribun, Rabu (14/9/2022) siang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana, belum memberikan respon saat dikonfirmasi via whatsApp.

Organisasi kepemudaan bentukan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi haryanto dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto itu, menjadi sorotan warganet tiga hari belakangan ini.

Pasalnya, Tim Perintis Presisi dan Thunder Polda Sulsel baru saja menggerebek markas Batalyon 120, Minggu kemarin.

Baca juga: Lima Pelajar SMA di Tangerang Ditetapkan Tersangka Tawuran, Diancam Pidana 10 Tahun Penjara

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti 146 busur, sejumlah senjata tajam jenis parang dan beberapa botol bekas minuman keras.

Selain itu, 48 remaja muda mudi di sekretariat Batalyon 120 itu juga digelandang ke Polsek tallo, sebelum akhirnya dibebaskan di hari itu juga.

Yang terheboh ialah, Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu Faizal dicopot dari jabatannya karena penggerebekan markas Batalyon 120 itu.

Namun demikian, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto membantah pencopotan itu.

Ia mengatakan Iptu Faizal tidakdicopot, melainkan hanya diganti.

"Jadi bukan dicopot, tapi kita ganti dengan orang yang lebih mampu di posisi itu dan kita carikan pak Faizal ini posisi yang cocok dengannya," ucap budhi saat menjadi tamu Ngobrol Virtual Tribun-Timur, Jl cendrawasih Makassar, Selasa (13/92022) Siang.

Kombes Budhi Haryanto Ungkap Batalyon 120 Demi Kurangi Tawuran

Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto pasang badan untuk anggota Batalyon 120 di Kota Makassar, Sulsel.

Baca juga: 5 Pelajar Jadi Tersangka dalam Aksi Tawuran di Tangerang Kota, Ada yang Lakukan Pembacokan!

Perwira polisi tiga melati itu beralasan, pembentukan Batalyon 120 digagas untuk mengurangi tawuran antar kelompok warga di Kota Daeng.

Ia mengungkapkan, tak sedikit kelompok warga sering tawuran satu sama lain sebelum dirinya bertugas.

Kombes Budhi Haryanto mengatakan, punya PR mengurangi praktik tawuran ketika pertama kali bertugas sebagai Kapolrestabes Makassar.

Hal itu ia sampaikan secara blak-blakan dalam program Ngobrol Virtual Tribun Timur Selasa (13/9/2022).

Ngobrol virtual dipandu Host Kinan Aulia.

Ngobrol disiarkan langsung Youtuber Tribun Timur. Temanya "Blakan-blakan Soal Batalyon 120".

"Pembentukan Batalyon 120 itu pertama kali saya dinas Januari di sini, saya melihat fenomena banyaknya tawuran, banyak perang kelompok A, B, di mana-mana," kata Kombes Budhi Haryanto di Tribun Timur.

"Tawuran ini hampir terjadi setiap hari. Dan masyarakat boleh bercerita, itu fakta," katanya.

Kombes Budhi Haryanto menilai upaya pemberantasan tawuran selama ini belum efektif.

Ia mengibaratkan pemberantasan selama ini bagai menyemprot nyamuk.

"Diseprot besok ada lagi. Nah saya berpikir waktu itu, kita punya ide, kita kumpulkan anak-anak pelaku kriminal ini, kita kumpulkan jadi satu dalam wadah," katanya.

Baca juga: Polres Metro Tangerang Tangkap 73 Pelajar SMA yang Tawuran di Jalan, Satu Pelajar Alami Luka Bacok

Kombes Budhi Haryanto mengatakan ide gagasannya itu telah ia konsultasikan dengan unsur forkopimda Makassar.

Antara lain Dandim, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo.

"Saya bertanya kita harus bagaimana, di situ muncul ide kita wadahi, dan muncul ide Batalyon 120. Supaya mereka ada kebanggaan, supaya anak pelaku kriminal ini punya kebanggaan, supaya wadah," kata Kombes Budhi Haryanto.

Kronologi Penggerebekan Markas Batalyon 120

Tim Thunder Polda Sulsel menggerebek Sekretariat Batalyon 120 di Jl Korban 40.000 Jiwa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (11/9/2022) dini hari.

48 orang, tiga diantaranya perempuan berusia belasan tahun diamankan dalam penggerebekan ini.

Mereka digelandang ke Polsek Tallo beserta barang bukti 164 anak panah, sejumlah parang dan samurai, enam senjata rakitan jenis papporo, dan beberapa botol minuman keras.

Video penggerebekan sekretariat dan penangkapan puluhan anggota Batalyon 120 ini, beredar di grup-grup WhatsApp Minggu siang.

Pada bulan Januari 2022, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budi Haryanto menginisiasi pembentukan Batalyon 120, dengan menggandeng pemuda lorong.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto meresmikan berdirinya organisasi kepemudaan dengan tagline ‘Jaga Makassar Ta’ (Jaga Kota Makassar kita) ini, Senin (14/3/22).

Batalyon 120 didirikan dengan tujuan menjaga keamanan Kota Makassar dari perang antar kelompok maupun aksi pembusuran di jalanan.

Batalyon ini juga mengusung tagline ‘Masih Mau Ko’ (apa kalian masih mau) yang bermakna penyesalan para pemuda yang dulunya suka tawuran kemudian merangkul satu sama lain untuk menjadi orang baik.

Dewan Pembina Batalyon 120, antaralain Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny Pomanto, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto dan mantan Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad.

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Makassar Demo dan Blokade Jalan Hingga Bakar Ban

Anggota organisasi ini adalah anak-anak lorong dari berbagai latar belakang, termasuk preman dan mantan preman berusia 15 hingga 35 tahun.

Organisasi ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemuda mendapatkan program pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar demi mendapatkan pekerjaan.

Menurut informasi, jumlah anggota Batalyon 120 saat ini lebih dari 1000 orang.

Dalam konferensi pers, Komandan Batalyon 120 Makassar, Izhald, membenarkan sebanyak 48 orang dibawa aparat kepolisian dalam penggerebekan sekretariatnya.

Dari 48 orang itu, kata Izhald, tidak semua terdaftar sebagai anggota Batalyon 120.

“Kalau anggota kami ada 24 orang. Selebihnya anggota binaan kami," jelas Izhald, Minggu sore.

Dia menjelaskan, Batalyon 120 merupakan organisasi kepemudaan yang berfokus pada pembinaan pelaku kriminal jalanan.

"Sebelum masuk Batalyon 120, kami melakukan pembinaan kepada mereka (remaja dan pemuda) agar penyakit masa lalunya tidak terulang," tambahnya.

Baca juga: Wanita di Makassar Simpan 7 Mayat Bayi dalam Kotak Makan, Ternyata Hasil Hubungan Gelap sejak 2012

Izhald menyayangkan penggerebekan yang dilakukan oleh aparat kepolisian karena tidak memiliki surat perintah.

"Penggerebekan ini mau kita pertanyakan. Karena tidak ada surat perintah dan keterangan juga tidak ada," ujarnya.

Banyaknya botol minuman keras (miras) yang ditemukan di sekretariat Batalyon 120, kata Izhald, adalah hasil pengumpulan yang dilakukan anggota batalyon untuk dijual dan uangnya untuk pengelolaan sekretariat.

"Kalau miras itu hanya botolnya saja. Jadi ini kan sekretariat butuh uang untuk pengelolaan. Jadi kami sampaikan kepada teman-teman kalau misal ada barang-barang bekas yang masih laku dijual termasuk botol, kumpulkan di sini." jelasnya

"Misalnya, teman-teman minum di luar atau menemukan orang minum. Kalau selesai minum kumpulkan botolnya kemudian kita beli token listrik. Karena sumber dana kami ini swadaya," tambahnya.

Izhald mengakui banyak busur atau anak panah di sekretariatnya. Busur itu diperoleh dari calon anggota yang hendak bergabung dengan Batalyon 120.

"Kalau busur itu memang ada di dalam gudang, tapi bukan dalam penguasaan mereka (yang ditangkap). Kenapa kami menyimpan busur, karena setiap anak-anak yang kami rekrut, kami minta sajam yang biasa mereka gunakan," tambahnya.

Anak panah yang dikumpulkan dari calon anggota batalyon, lanjutnya, akan diserahkan ke Polrestabes Makassar.

"Jadi sebenarnya, kami mau bawa itu busur hari Senin (hari ini). Entah itu dimusnahkan atau apa. Kami sudah lima kali proses penyetoran sajam atau busur ke Polrestabes ," jelasnya.

Batalyon 120 sudah merangkul banyak mantan pelaku kriminal jalanan. Baik di wilayah Makassar maupun dari kabupaten tetangga.

"Tujuan dibentuknya Batalyon agar dapat merangkul mereka supaya tidak melakukan kejahatan lagi. Kami mulai melebarkan sayap, karena per hari ini masih banyak masyarakat yang mengeluh akan geng motor. Jadi ada sembilan ketua geng motor yang sudah kami rekrut. Misalnya, geng Bodrex dan geng Terobos itu sudah kita rekrut," ujarnya.

Informasi diperoleh Tribun, ke-48 orang yang diamankan dari sekretariat Batalyon 120 tidak sampai sehari di Polsek Tallo.

Setelah didata, mereka dipulangkan pada Minggu siang.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Benarkah Propam Mabes Polri Turun Periksa Batalyon 120 Makassar? Begini Jawaban Polda Sulsel

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Batalyon 120, Ormas Bentukan Forkopimda Makassar yang Kini Disorot usai Markasnya Digerebek

Profile of Battalion 120, an Ormas Formed by Forkopimda Makassar which is now in the spotlight after its headquarters was raided

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved