Breaking News:

Cinta Tak Direstui, Oknum Polwan di Pekanbaru Aniaya Pacar Adiknya: Dipukul, Jambak dan Tampar

Upaya penangkapan Brigadir IR itu dilakukan karena diduga mengeroyok wanita bernama Riri Aprilia Kartin.

Editor: Glery Lazuardi
Net
Ilustrasi penganiayaan. Brigadir IR, oknum polisi wanita di Pekanbaru, ditangkap. Upaya penangkapan Brigadir IR itu dilakukan karena diduga mengeroyok wanita bernama Riri Aprilia Kartin. Penganiayaan itu terjadi pada Rabu (21/9/2022) sekitar pukul 20.00 WIB, bermula dari IR yang tak merestui hubungan korban dengan adiknya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Brigadir IR, oknum polisi wanita di Pekanbaru, ditangkap.

Upaya penangkapan Brigadir IR itu dilakukan karena diduga mengeroyok wanita bernama Riri Aprilia Kartin.

Penganiayaan itu terjadi pada Rabu (21/9/2022) sekitar pukul 20.00 WIB, bermula dari IR yang tak merestui hubungan korban dengan adiknya.

Baca juga: Nasib Irjen Napoleon Bonaparte Usai Aniaya M Kece, Minta Divonis Lepas, JPU Tuntut Bui Satu Tahun

IR bersama ibunya lantas mendatangi kontrakan Riri dan mengeroyoknya.

Informasi itu disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, pada Minggu (25/9/2022).

Baca juga: Oknum Polisi di Pinrang Aniaya Perempuan dan Ancam Membunuh, Hanya Ditahan Lima Hari

"Enam saksi telah diperiksa. Rencananya besok (Senin, red) penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan kasus ini," ujar Sunarto.

Setelah menerima informasi itu, aparat kepolisian langsung membawa Brigadir IR ke Mapolda Riau.

Menurut Sunarto, Kapolda Riau Irjen M. Iqbal dan pimpinan lainnya menaruh atensi terkait kasus ini.

"Langkah-langkah penanganan diambil dengan cepat. Saat ini proses hukum sedang berjalan. Bila terbukti, pimpinan tak akan segan menindak tegas sesuai aturan," kata dia.

Sementara itu, Riri Aprilia Kartini, mengaku sudah membuat laporan atas dugaan pengeroyokan itu.

"Saya membuat laporan atas pengoroyokan yang dilakukan oleh kakak (seorang polisi wanita,-red) dan ibu dari pacar saya. Mereka memukul, menjambak, menampari saya, karena mereka tidak terima saya menjalin hubungan dengan adik/anaknya," kata Riri, via akun instagram.

Laporan yang dibuat korban diterima petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, dengan nomor Laporan Polisi: LP/B/448/IX/2022/SPKT/RIAU, pada Kamis (22/9/2022).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved