Breaking News:

79 Penderita HIV/AIDS di Cilegon hingga Juni 2022, Warga Diminta Hindari Gonta-ganti Pasangan

Jumlah Penderita HIV/AIDS meningkat di Kota Cilegon. Tercatat hingga Juni 2022, ada 79 penderita HIV/AIDS di Kota Cilegon.

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Glery Lazuardi
Lebanonews.net/Kompas.com
Ilustrasi pekerja seks komersil ( PSK). Jumlah Penderita HIV/AIDS meningkat di Kota Cilegon. Tercatat hingga Juni 2022, ada 79 penderita HIV/AIDS di Kota Cilegon. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Jumlah Penderita HIV/AIDS meningkat di Kota Cilegon.

Tercatat hingga Juni 2022, ada 79 penderita HIV/AIDS di Kota Cilegon.

Dari jumlah itu, diketahui, 63 orang penderita HIV dan 13 orang sisanya penderita AIDS.

Sementara, kasus meninggal meninggal dunia di antara penderita HIV/AIDS sebanyaknya 3 orang.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat, Febri Naldo di Kantor Kecamatan Jombang.

Baca juga: Pemkot Cilegon akan Anggarkan Kendaraan Dinas Mobil Listrik Dipembahasan APBD 2023

Febri mengatakan, hingga Juni 2022 ini penderita HIV/AIDS mengalami kenaikan, jika dibandingkan tahun 2021 dengan jumlah HIV/AIDS sebanyak 33 orang.

"Jadi tahun 2021 itu, kasus HIV itu ada 33 orang dan AIDS ada 30 orang, kemudian yang meninghal 12 orang, sedangkan tahun 2022 dari Januari hingga Juni HIV sebanyak 63 orang dan AIDS 16 orang, adanya kenaikan," kata Febri, kepada awak media di Kantor Kecamatan Jombang, Selasa (27/9/2022).

Sementara, lanjut Febri, jika dilihat dari data 2005 hingga 2022 itu sebanyak 1.075 orang.

" HIV 637 orang dan AIDS 437 orang, dari data 2002 hingga 2022," ucapnya.

Ia menuturkan, adanya sejumlah faktor yang menderita HIV/AIDS di Kota Cilegon meningkat, di antaranya, peilaku seks yang menyimpang, gonta ganti pasangan.

"Gonta ganti pasangan, terus yang kedua seks bebas, Yang ketiga narkoba suntik," ucapnya.

Baca juga: Pakai Headset Saat Naik Motor, Emak-emak Asal Cilegon Tewas Kecelakaan di Jalan Raya Serang

Masih kata Febri, ia juga menjelaskan faktor meningkatnya penderita HIV/AIDS dari tahun 2021 karena pada tahun itu masa pandemi Covid 19.

"Kenapa kasus 2021 itu rendah ?, karena masa pandemi covid, jadi masa pandemi covid itu kita jarang melakukan mobil city, Jadi kurang terjaring ini orang orang yang terjadi positif karena semakin banyak orang periksa semakin tinggi tingkat positifnya," ujaranya.

"Jadi upaya yang dilakukan adalah melakukan screening terus," sambungnya.

Baca juga: Diupah Rp1 Juta per 10 Gram, Kurir dan Pengedar Sabu di Cilegon Dibekuk Polisi

Febri mengimbau, kepada masyarakat agar menghindari seks bebas, gonta-ganti pasangan dan hindari narkoba suntikan. Yang terpenting utamakan pola hidul sehat.

"Mengimbau kepada masyarakat yang pertama hindari gonta ganti pasangan, terus yang kedua hindari seks bebas, Yang ketiga Hindari narkoba suntik, keempat meningkatkan pengetahuan bahaya HIV nya, dan kelima adalah tingkatkan batang tubuh dan pola hidup yang sehat," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved