Breaking News:

Gubernur Papua Lukas Enembe Dicekal, KPK Sebut Dapat Berobat ke Luar Negeri, Ini Syaratnya

Gubernur Papua Lukas Enembe berstatus tersangka kasus dugaan korupsi APBD Papua serta dugaan gratifikasi Rp 1 Miliar.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
KOMPAS.com Ihsanuddin/Dokumen MAKI
Gubernur Papua, Lukas Enembe. Gubernur Papua Lukas Enembe berstatus tersangka kasus dugaan korupsi APBD Papua serta dugaan gratifikasi Rp 1 Miliar. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Gubernur Papua Lukas Enembe berstatus tersangka kasus dugaan korupsi APBD Papua serta dugaan gratifikasi Rp 1 Miliar.

Selain berstatus tersangka, Lukas Enembe juga tidak dapat bepergian ke luar negeri. Sebab, KPK sudah mengajukan permohonan untuk mencekal.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Mangkir Dua Kali, KPK Curiga: Sakitnya Separah Apa?

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan pencekalan dilakukan KPK pada saat akan melakukan pemeriksaan kedua. Di mana pada pemeriksaan kedua yakni tanggal 26 September 2022 Lukas Enembe mangkir dari panggilan.

"Yang bersangkutan mengutus juru bicara dan kuasa hukum mengatakan sakit. Malah yang bersangkutan juga meminta izin agar cekal dibuka untuk ke luar negeri," ujarnya kepada awak media saat menghadiri Roadshow Bus KPK 2022 di Kota Serang, Jumat (30/9/2022).

Menurut dia, upaya cekal itu dapat dibuka asalkan Lukas Enembe mau diperiksa. Pemeriksaan dilakukan agar KPK mengetahui apakah yang bersangkutan benar sakit serta dibuktikan keterangan medis.

"Kami sampaikan (izin ke luar negeri,-red) itu akan diberikan kalau secara objektif kami bisa memeriksanya," katanya.

Supaya proses pemeriksaan itu dilakukan secara obyektif, kata dia,
KPK tidak hanya menggunakan dokter dari KPK sendiri, melainkan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Apakah yang bersangkutan mau diperiksa di IDI Jakarta ataupun di IDI Papua. Diakui Ghufron, sejauh ini pihaknya telah berkomunikasi baik dengan pihak yang bersangkutan.

Baca juga: Ucapan Monohok Mantan Panglima OPM ke Lukas Enembe: Jika Tidak Bersalah, Kenapa Takut diperiksa KPK?

Bahkan penyidik juga sudah komunikasi langsung melalui kuasa hukumnya dengan berbicara langsung bersama Lukas Enembe.

"Intinya beliau masih minta waktu, karena merasa syok, stres dengan penetapan tersangka. Memang ada sakit sebelumnya, tapi sakitnya separah apa sampai mengakibatkan tidak bisa hadir itu yang perlu kita periksa," ungkapnya

Untuk diketahui, Lukas Enembe telah dua kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Lukas mengaku sedang sakit pada saat akan diperiksa atas kasus yang menjeratnya.

Setelah dua kali gagal dilakukan pemeriksaan, KPK akan segera melakukan pemanggilan terhadap Lukas Enembe untuk ketiga kalinya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved