Stunting
Kenali Apa itu Stunting dan Risikonya
Stunting menjadi persoalan besar Indonesia dalam dunia kesehatan yang saat ini sedang berusaha diatasi
Penulis: Siti Nurul Hamidah | Editor: Siti Nurul Hamidah
TRIBUNBANTEN.COM - Stunting adalah suatu kondisi di mana anak mengalami kekurangan gizi dalam waktu yang lama, terhitung sejak dalam kandungan atau 1000 hari pertama kehidupan anak.
1000 hari pertama kehidupan anak adalah 270 hari saat berada di kandungan dan 730 hari sampai dia di usia 2 tahun.
Stunting menjadi persoalan besar Indonesia dalam dunia kesehatan yang saat ini sedang berusaha diatasi.
Dikutip dari kemenkes.go.id, Senin, (18/10/2022), stunting adalah masalah kurang gizi kronis dengan ciri-ciri fisik tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya.
Beberapa di antaranya mengalami kesulitan dalam perkembangan fisik dan level kognitif yang optimal seperti lambat berbicara atau berjalan, hingga sering mengalami sakit.
Selain itu, stunting juga menyebabkan masalah pada sistem metabolisme anak.
Percepatan penurunan stunting pada Balita menjadi program prioritas pemerintah sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2020-2024.
Baca juga: Risiko Stunting Lebih Tinggi Dialami Anak yang Terkena Tuberkulosis, Ini Kata Dokter
Dilansir dari stunting.go.id, Selasa (18/10/2022), Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, memaparkan bahwa berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4 % .
Angkat stunting tersebut menurut WHO (World Health Organization), terbilang tinggi dan harus dilakukan segera upaya-upaya penanganannya.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuat target nasional pada tahun 2024, dengan prevalensi stunting turun hingga 14 % .
Stunting menjadi ancaman utama terhadap kualitas hidup generasi Indonesia.
Baca juga: BKKBN Banten-Komisi IX DPR RI Sosialisasi Cara Cegah Stunting: Calon Pengantin Harus Cek Kesehatan
Stunting memiliki risiko dan dampak buruk bagi kehidupan anak, yaitu dapat menyebabkan gagal tumbuh, gangguan sistem kekebalan tubuh, masalah fungsi otak dan perkembangan organ.
Di lain sisi, anak dengan stunting juga rentan infeksi, gangguan fisik dan mental, dan adanya ancaman tidak berjalan dengan baik fungsi hidup dan produktivitas di masa depan.
Oleh karena itu, perlunya menghindari risiko anak mengalami stunting, berikut ini TribunBanten.com rangkum dari berbagai sumber risiko stunting.
Pertama, risiko terjadinya stunting pada anak dapat meningkat jika ibu hamil memiliki beberapa kondisi atau faktor ini, yaitu:
Baca juga: Tekan Angka Stunting, BKKBN Banten dan Pemkab Lebak Luncurkan Program Jumat Serius
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-kesehatan.jpg)