Stunting

Tips Penting Pencegahan Stunting dari Kementerian Kesehatan RI

Menurut Kementerian Kesehatan RI, pencegahan stunting sejak dini perlu dilakukan agar perkembangan tumbuh kembang anak tidak terhambat

Penulis: Siti Nurul Hamidah | Editor: Siti Nurul Hamidah
dharmasehat.com
Ilustrasi anak yang terkena stunting 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut tips penting pencegahan stunting dari Kementerian Kesehatan RI untuk para orang tua dalam mengurangi risiko anak terkena stunting.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, pencegahan stunting sejak dini perlu dilakukan agar perkembangan tumbuh kembang anak tidak terhambat.

Selain itu, pencegahan stunting sejak dini lebih baik, agar mengurangi risiko anak terkena stunting dangan memaksimalkan pemberian asupan gizi yang seimbang.

Baca juga: Ciri Anak Terkena Stunting, Kenali Sejak Dini 

Inilah tips penting pencegahan stunting yang TribunBanten.com rangkum dari Kementerian Kesehatan RI:

1. Penuhi Kebutuhan Gizi Buah Hati Sejak Hamil

Pemenuhan gizi saat hamil sangat penting untuk lahirnya anak yang sehat dan cerdas.

Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter selama hamil.

Lakukan  pemeriksaan kehamilan dan pemberian makanan tambahan saat hamil guna mencukupi kandungan zat besi dan gizi Ibu dan bayi. 

Baca juga: Cegah Stunting Sedini Mungkin, Sejak dalam Kandungan Hingga Fase Usia Keemasan Anak

2. Beri ASI Eksklusif  Minimal Sampai Bayi Berusia 6 Bulan

Pemberian AsI eksklusif dapat menghindari risiko stunting.

Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro.

Ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati.

Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

Jika ibu ingin melanjutkan pemberian ASI, maka sangat bagus, bisa dilakukan sampai anak berusia 2 tahun.

Baca juga: Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk, Serupa Tapi Tidak Sama

3. Makanan Pendamping ASI  yang sehat

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved