Breaking News:

KRONOLOGI Pengusaha Kaca Tempered Ponsel Terancam Penjara Gegara Merek, Minta Dibebaskan

Jefri dituntut 1,5 tahun penjara dan denda Rp1 milyar oleh pengadilan karena melanggar pasal 100 ayat 2 UU Nomor 20 tahun 2016 tentang merek

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Ilustrasi kuasa Hukum Jefri Yunus, Yanto Jaya. Jefri, pengusaha tempered glass atau pelindung layar hp terancam pidana penjara. Jefri dituntut 1,5 tahun penjara dan denda Rp1 milyar oleh pengadilan karena melanggar pasal 100 ayat 2 UU Nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan Indikasi Geografis. 

TRIBUNBANTEN.COM - Jefri, pengusaha tempered glass atau pelindung layar hp terancam pidana penjara.

Jefri dituntut 1,5 tahun penjara dan denda Rp1 milyar oleh pengadilan karena melanggar pasal 100 ayat 2 UU Nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan Indikasi Geografis.

Pelapor melaporkan kasus tempered glass dengan merek dagang milik Jefri ke Subdit Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya pada akhir Februari 2020 lalu, hingga bergulir ke persidangan.

Baca juga: Pelaku Penusukan Bocah di Cimahi Ditangkap, Terancam 20 Tahun Penjara, Berikut Kronologi Penangkapan

Kuasa Hukum Jefri Yunus, Yanto Jaya, menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kliennya cacat formil.

Sehingga, menurut dia, Jefri sebagai pemegang merk sah Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas merek harus dibebaskan dari dakwaan.

"Ada cacat hukum, karena merek yang menjadi dasar atas kasus ini dicabut hak pendaftaran dari pelapor, dan sudah dikembalikan menjadi hak terdakwa oleh Dirjen HAKI sebelum sidang," ujarnya.

Menurut Yanto, ada ketidakcermatan JPU menyusun surat dakwaan dengan No. Reg. Perk.: PDM-599/JKT.BRT/05/2022, yang menyatakan merek Bodyguard & Logo terdaftar atas nama Luasan Ferdinand, padahal terdaftar atas nama Jefri Yunus.

Selain itu, kata dia, JPU juga mengabaikan Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang telah membatalkan pendaftaran merek atas nama pelapor.

"Surat dakwaan tersebut tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap, sehingga terdakwa tidaklah dapat diperiksa dan diadili dalam persidangan berdasarkan surat dakwaan JPU yang kabur," ujarnya.

Dia menjelaskan, barang tempered glass merek dagang Bodyguard yang diperkarakan Luasan Ferdinand telah dibatalkan berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat No. 82/Pdt.Sus-Merek/2021/PN. Niaga.Jkt.Pst, tanggal 10 Mei 2022.

Sebagai gantinya, berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga tersebut telah memberikan hak atas merk dagang itu kepada Jefri Yunus dan diterbitkannya Sertifikat Merk BODYGUARD & LOGO, Daftar No. IDM000988479, pada 22 Agustus 2022 lalu yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Baca juga: Denise Chaerista Dipolisikan Seorang Pengacara atas Kasus Dugaan UU ITE, Terancam 8 Tahun Penjara

Sementara itu Wakil Ketua Departemen Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kevin Wu, mengaku prihatin terhadap hal itu, karena sangat merugikan para pelaku bisnis dan dapat merusak iklim usaha di tanah air.

"Kami mendesak kasus semacam ini dibuka secara transparan agar para penegak hukum dapat memainkan peran yang seadil-adilnya agar iklim usaha di tanah air kembali kondusif," tambahnya

Jaksa Tuntut 1,5 Tahun Bui dan Didenda Rp 1 M

Halaman
123
Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved