Breaking News:

Masuk Bursa Capres 2024, Hendrawan Nilai Andika Perkasa Berpeluang Gantikan Jokowi, Ini Alasannya

Ketua Umum Pendekar Indonesia, Hendrawan Saragi, menilai Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa berpeluang mencalonkan diri sebagai Capres 2024.

Editor: Glery Lazuardi
Tangkapan Layar YouTube
Ilustrasi Jenderal Andika Perkasa. Ketua Umum Pendukung Andika Perkasa untuk Indonesia (Pendekar Indonesia), Hendrawan Saragi, menilai Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa berpeluang maju mencalonkan diri sebagai Capres 2024. 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua Umum Pendukung Andika Perkasa untuk Indonesia (Pendekar Indonesia), Hendrawan Saragi, menilai Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa berpeluang maju mencalonkan diri sebagai Capres 2024.

Menurut dia, Andika Perkasa dapat maju mencalonkan diri sebagai Capres 2024 setelah masa jabatan sebagai Panglima TNI berakhir pada Desember 2022.

Dia mengungkapkan Andika Perkasa menghabiskan karier sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mampu mengakomodasi dinamika dan kekuatan politik yang mengancam.

Baca juga: Dukung Ganjar Pranowo Maju di Pilpres 2024, Eks Mantan Wali Kota Solo Di Panggil DPP PDIP

" Panglima TNI tegas dan cerdas melaksanakan kebijakan, sekaligus mampu menunjukkan hal yang paling baik muncul dari dirinya, sehingga ia pantas disebut sebagai pemimpin," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah diskusi bertema 'Bincang Tokoh: Mengapa Mereka Mengasihi Ganjar Pranowo dan Mencintai Andika Perkasa' yang diselenggarakan oleh Komunitas Milenial Peduli Indonesia (Kompii) dengan didukung oleh ICSC (Indonesia Center for Society and Culture) dan Indodian.

Sebuah aliran pemikiran yang dinamakan Public Choice Theory mengatakan negarawan tidak bisa eksis dalam demokrasi. Karena politik demokrasi terdiri dari perdagangan suara, pencarian rente, dan “penjarahan” yang diatur undang-undang.

"Oknum politisi membeli dan menjual bantuan, pelobi bertindak sebagai perantara, dan publik tertipu. Tidak ada cara lain, kata para ahli teori ini. Tetapi, teori ini tidak memperhitungkan adanya variabel 'rasa haus dan lapar' akan keadilan yang dapat mengalahkan kepentingan ekonomis di antara manusia yang hidup dalam negeri demokrasi," sambung Ketum Pendekar Indonesia.

Menurut dia, Pendekar Indonesia telah memohon secara terbuka pada hari Minggu, 9 Oktober 2022 lalu agar Andika Perkasa setelah purna tugas sebagai Panglima TNI nanti, bersedia melanjutkan pengabdian kepada rakyat Indonesia dengan maju menjadi
calon Presiden 2024-2029.

Untuk mencalonkan diri sebagai Capres 2024, kata dia, Andika Perkasa membutuhkan dukungan masyarakat Indonesia untuk ikut memohon Andika Perkasa berkarya kembali dan menjadi pemimpin bangsa ini, demi mewujud-nyatakan mimpi rakyat Nusantara akan suatu negeri Indonesia yang adil, damai, dan sejahtera itu benar-benar terjadi.

Baca juga: Ridwan Kamil Buka Suara Soal Kemungkinan Jadi Cawapres 2024: Saya Nggak Mau Terlalu Jauh Ya

Sementara itu, Eko Kuntadhi pendiri Ganjarist dalam penyampaiannya menyatakan, popularitas Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa tidak berbeda jauh hanya 1 atau 2 persen saja dan tidak signifikan.

Bicara soal Ganjar, Eko berpendapat selama menjabat orang nomor 1 di Jawa Tengah, angka kemiskinan dan angka stunting berkurang sangat signifikan, kemudian adanya perubahan budaya kerja dari birokrasi Pemda.

"Hal itulah yang menarik diri saya untuk mendukung Ganjar Pranowo, karena itulah juga yang perlu dibutuhkan Indonesia kedepan. Salah satu ciri komitmennya yang secara terus-menerus melakukan perlawanan kepada kelompok-kelompok intoleran, radikal dan garis keras yang selama ini kita rasakan mengancam," tambahnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved