Kesehatan

Penyakit Leptospirosis Mengintai Anjing di Australia, 19 Kasus Diidentifikasi

Sebanyak 9 anjing telah mati karena penyakit itu di di wilayah Pantai Selatan New South Wales (NSW) pada tahun ini, dengan 19 kasus lainnya diidentifi

Editor: Siti Nurul Hamidah
Dok. Pexels
Ilustrasi, sebanyak 9 anjing telah mati karena penyakit Leptospirosis di di wilayah Pantai Selatan New South Wales (NSW) pada tahun ini, dengan 19 kasus lainnya diidentifikasi 

TRIBUNBANTEN.COM - Penyakit Leptospirosis telah banyak menyebabkan kematian pada anjing di Australia.

Sebanyak 9 anjing telah mati karena penyakit Leptospirosis di di wilayah Pantai Selatan New South Wales (NSW) pada tahun ini, dengan 19 kasus lainnya diidentifikasi.

Dokter hewan di Australia mendesak pemilik anjing untuk mewaspadai gejala-gejala penyakit Leptospirosis setelah munculnya kasus tersebut.

Baca juga: Waspada Penyakit Leptospirosis, Ditularkan dari Urine Hewan dan Menyebar di Air

Dikutip dari laman www.abc.net.au, Kamis (27/10/2022), dr. Keith McKellar Stewart dari Rumah Sakit Hewan Mittagong mengatakan bahwa sebagian besar kasus telah terdeteksi di sekitar wilayah Shoalhaven.

"Penyakit ini meningkat dan kami melihat temuan kasus, terutama di daerah St Georges Basin dan Jervis Bay," kata Stewart.

Leptospirosis adalah penyakit bakteri yang ditularkan melalui hewan pengerat langka yang tertular dari media air, tanah, dan urin yang terkontaminasi.

"Pastikan anjing Anda terkendali dan jangan biarkan anjing anda minum dari sumber air selain dari mangkuk air bersih yang Anda keluarkan," kata dr. Stewart.

Baca juga: Tubuh Rentan Kena Penyakit di Musim Penghujan, Dokter: Waspadai Leptospirosis, Berikut Penjelasannya

Para pemilik anjing pun diingatkan untuk memperhatikan gejala yang muncul.

Anjing cenderung tertular penyakit setelah minum dari genangan air, saluran air, dan laguna.

Jika tidak diobati, maka penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami gagal hati dan gangguan fungsi ginjal.

Dr Stewart mengatakan pemilik harus membawa anjing mereka ke dokter hewan terdekat jika mencurigai anjing mereka telah terinfeksi.

"Anjing-anjing ini sangat cepat sakit, gejalanya termasuk demam, muntah, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, lesu dan ada darah dalam urin," kata dr. Stewart.

Baca juga: Kenali Apa itu Stunting dan Risikonya

Wabah ini muncul di tengah kekurangan vaksin.

Hewan seperti anjing memang dapat divaksinasi terhadap Leptospirosis.

Namun saat ini ada kekurangan vaksin yang dialami Australia secara nasional.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved