Kesehatan

MSG Sebabkan Hipertensi? Ini Takaran Amannya

MSG jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi bisa memicu darah tinggi atau hipertensi

Editor: Siti Nurul Hamidah
(Kompas.com)
Ilustrasi, MSG sebabkan hipertensi? Ini takaran amannya 

TRIBUNBANTEN.COM - MSG atau monosodium glutamat adalah penguat rasa gurih pada makanan, MSG menjadi bahan makanan yang aman untuk penambah cita rasa.

MSG  juga menjadi barang yang biasa dijumpai untuk memasak, akan tetapi sering dikaitkan dengan hipertensi.

Untuk itu, Prof. Dr. Hanifah Nuryani Lioe, Pakar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), IPB University, menjelaskan bahwa MSG memiliki acuan nilai ADI (acceptable daily intake) untuk asupan harian sebagai not specified atau tidak dinyatakan.

Baca juga: Heboh Racikan Air Kelapa, Jeruk Nipis dan Garam dapat Menyembuhkan Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

"Jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi bisa memicu darah tinggi atau hipertensi," ungkapnya dalam acara bersama Sasa, beberapa waktu lalu.

Prof. Dr. Hanifah Nuryani Lioe juga menjelaskan tentang takaran konsumsi MSG sehari-hari yang aman bagi tubuh.

Apabila MSG dijual dalam bentuk kristal dengan kemurnian 99 persen seperti umumnya terdapat di Indonesia, maka kadar natriumnya sekitar 13,5 persen dari berat MSG.

Jumlah MSG sebesar 15 gram (sekitar satu sendok makan) per hari apabila dikonsumsi maka telah memiliki natrium 2 gram.

Yakni 100 persen anjuran asupan maksimum untuk natrium per hari menurut Permenkes No. 30 Tahun 2013 agar terhindar dari hipertensi.

Baca juga: Cara Membuat Kopi Supaya Jadi Lebih Sehat, Mudah Lho!

"Penggunaan MSG sebesar ini harus dihindari, sebab natrium terdapat secara alami dalam bahan pangan," kata Prof Hanifah.

"Apabila ditambahkan garam dapur dalam pangan yang dikonsumsi, maka asupan natrium berlebihan dan berisiko hipertensi," sambungnya.

Dalam sebuah studi di daerah Jakarta dan Bogor, asupan MSG rata-rata sekitar 2,0 – 2,1 gram per orang per hari.

Asupan MSG rata-rata ini terkandung makna asupan natrium sebesar 14 persen dari anjuran dalam Permenkes.

Hal ini masih dapat diterima untuk konsumsi jangka panjang yang aman dari terkena risiko hipertensi.

Penggunaan MSG juga dibuktikan untuk mengurangi asupan garam NaCl atau garam dapur karena senyawa ini dapat meningkatkan intensitas rasa asin dari garam dapur.

Pengurangan garam bisa sekitar 32 persen dari penggunaan garam yang normal.

Baca juga: Segudang Manfaat Kedelai, Baik untuk Kesehatan Jantung dan Sirkulasi Darah

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved