Breaking News:

Pasar Kripto Anjlok, 3 Bos Perusahaan Ditemukan Tewas Misterius: Tenggelam hingga Kecelakaan Heli

Dunia cryptocurrency (mata uang kripto) saat ini tengah digemparkan dengan masalah kematian tiga bos perusahaan kripto yang terjadi dalam waktu dekat

Editor: Glery Lazuardi
PEXELS/WORLDSPECTRUM
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. Dunia cryptocurrency (mata uang kripto) saat ini tengah digemparkan dengan masalah kematian tiga bos perusahaan kripto yang terjadi dalam waktu berdekatan. Tiga orang yang punya peran penting dalam industri cryptocurrency itu meninggal secara mendadak, dengan sebab yang tak diduga. Secara umum, tiga bos kripto meninggal dunia masing-masing disebabkan karena kecelakaan helikopter, tenggelam, dan tewas saat tidur. Tiga bos kripto meninggal dunia dalam waktu berdekatan dari akhir Oktober hingga akhir November lalu. 

TRIBUNBANTEN.COM - Dunia cryptocurrency (mata uang kripto) saat ini tengah digemparkan dengan masalah kematian tiga bos perusahaan kripto yang terjadi dalam waktu berdekatan.

Tiga orang yang punya peran penting dalam industri cryptocurrency itu meninggal secara mendadak, dengan sebab yang tak diduga.

Secara umum, tiga bos kripto meninggal dunia masing-masing disebabkan karena kecelakaan helikopter, tenggelam, dan tewas saat tidur.

Tiga bos kripto meninggal dunia dalam waktu berdekatan dari akhir Oktober hingga akhir November lalu.

Baca juga: Kisah Trader Aset Kripto Tak Bisa Tarik Saldo Senilai Rp 9,6 M, Kini Berjuang Tuntut Keadilan

1. Nikolai Mushegian tewas tenggelam di pantai

Kejadian tewasnya tiga bos kripto secara beruntun dalam sebulan terakhir ini bermulai pada 28 Oktober lalu.

Saat itu, Nikolai Mushegian ditemukan tewas tenggelam di pantai Puerto Rico.

Mushegian sendiri merupakan orang yang cukup penting di industri cryptocurrency,

Ia merupakan salah satu pendiri platform pinjaman kripto MakerDAO dan pengembang mata uang terdesentralisasi DAI.

Dikutip dari Dailymail, beberapa jam sebelum tewas tenggelam, Mushegian sempat mengunggah cuitan di Twitter.

Dalam cuitan itu, Mushegian menulis apabila ia takut lantaran bakal dibunuh oleh Mossad (badan intelijen Israel) dan CIA (badan intelijen Amerika Serikat).

Setelah mengunggah twit itu, Mushegian yang sudah tak bernyawa dengan berpakaian lengkap dan membawa dompet, ditemukan oleh peselancar di perairan pantai Ashford, Puerto Rico.

Sebagian orang meyakini apabila kematian Mushegian disebabkan ada pihak ketiga yang membunuhnya.

Namun, dari pihak keluarga sendiri, dikutip dari Cryptonomist, menyanggah apabila telah terjadi pembunuhan karena Mushegian punya masalah kesehatan mental.

Baca juga: Mengenal Terra Luna, Masuk Jajaran Tertinggi Pasar Kripto, Kini Investor Babak Belur Nyaris 100 %

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved