Breaking News:

Kisah Trader Aset Kripto Tak Bisa Tarik Saldo Senilai Rp 9,6 M, Kini Berjuang Tuntut Keadilan

Munawar Chalid, trader aset Kripto, menceritakan kisahnya tidak dapat menarik saldo sebesar Rp 9,6 Miliar di akun Kripto miliknya.

Editor: Glery Lazuardi
PEXELS/WORLDSPECTRUM
Munawar Chalid, trader aset Kripto, menceritakan kisahnya tidak dapat menarik saldo sebesar Rp 9,6 Miliar di akun Kripto miliknya. Munawar Chalid adalah salah satu pengguna platform LUNA dari PT Indodax Nasional Indonesia. 

TRIBUNBANTEN.COM - Munawar Chalid, trader aset Kripto, menceritakan kisahnya tidak dapat menarik saldo sebesar Rp 9,6 Miliar di akun Kripto miliknya.

Munawar Chalid adalah salah satu pengguna platform LUNA dari PT Indodax Nasional Indonesia.

Munawar Chalid mengaku kehidupannya menjadi tak nyaman dan dirugikan setelah saldo senilai Rp 9,6 Miliar di akun miliknya tidak bisa diambil karena dibekukan.

Upaya pembekuan itu sudah dilakukan sejak 28 Mei 2022.

Terhadap pembekuan aset itu, dia mengaku suda melayangkan dua kali permintaan keterangan kepada Indodax.

Baca juga: Mengenal Terra Luna, Masuk Jajaran Tertinggi Pasar Kripto, Kini Investor Babak Belur Nyaris 100 %

Yakni pada 14 Juni dan 20 Juni, namun belum mendapat keterangan.

Selain saldo senilai Rp 9,6 Miliar di akun miliknya tidak bisa diambil karena dibekukan, rekening bank miliknya juga dibekukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Pemblokiran oleh PPATK tidak hanya terhadap Munawar, melainkan milik sang istri. Namun, kini sejumlah rekening di beberapa bank telah dibuka PPATK.

Jose Andreawan, selaku kuasa hukum Munawar Chalid, mengaku kliennya dirugikan atas upaya pembekuan akun tersebut.

"Sampai harus berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga. Bahkan usahanya juga tidak bisa berjalan lancar," kata Jose.

Untuk menegakkan keadilan, pihaknya melayangkan surat gugatan.

Pertama, surat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 6 Juni untuk PT Indodax karena diduga melakukan tindakan melawan hukum.

Menurut Jose Andreawan, alasan menggugat itu untuk memperjuangkan keadilan.

"Hak kenapa ditahan-tahan? Kami minta secepatnya ada niat baik untuk memberikan hak," ujarnya.

Baca juga: Transaksi Kripto Naik 4000 % , Pahami Investasi dan Keamanan Trading, Ini Beda dengan Indra Kenz-Doni

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved