Nikita Mirzani Ditahan

Heboh Nikita Mirzani Sakit Leher: Ini Penyebab, Pengobatan, hingga Pencegahan Sakit Leher

Sakit leher termasuk gangguan kesehatan yang umum dialami siapa pun. Leher terdiri dari tulang belakang, ligamen, dan otot leher.

Editor: Ahmad Haris
Kolase TribunBanten.com/Ist/Klikdokter.com
Artis Nikita Mirzani kembali melakukan terapi di Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang, Sabtu (17/12/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Artis Nikita Mirzani mengalami sakit pada leher, dalam mendekam di Rutan Kelas II B Serang.

Ia pun mendapat izin dari Rutan Serang untuk terapi di RSDP Serang.

Lantas, seperti apa seluk beluk penyakit yang dialami Nikita Mirzani ini?

Mengutip Klikdokter.com, sakit leher termasuk gangguan kesehatan yang umum dialami siapa pun. Leher terdiri dari tulang belakang (tengkorak hingga tengkuk), ligamen, dan otot leher.

Setiap kelainan atau gangguan pada salah satu bagian tersebut dapat menyebabkan sakit leher atau kaku leher.

Pada kebanyakan kasus, sakit leher disebabkan karena postur yang buruk, posisi tidur yang salah, atau otot terkilir. Sebagian lainnya disebabkan karena cedera akibat kecelakaan.

Sakit leher yang terjadi karena cedera akibat kecelakaan, sering kali memerlukan penanganan medis yang lebih serius.

Terlebih jika hal tersebut disertai dengan gejala lain –seperti nyeri yang menekan bahu atau lengan dan menyebabkan mati rasa.

Biasanya sakit leher bukanlah kondisi yang serius dan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika sakit leher berlangsung hingga beberapa minggu dan sangat parah, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Penyebab dari sakit leher, seperti:

  • Otot kaku dan tegang akibat:
  • Postur yang buruk
  • Bekerja dalam jangka waktu lama tanpa mengubah posisi
  • Tidur dengan posisi leher yang buruk
  • Menyentakkan leher ketika berolahraga
  • Kecelakaan pada jatuh atau kecelakaan mobil atau olahraga

Diagnosis

Dalam proses penentuan diagnosis sakit leher, dokter akan bertanya mengenai gejala dan riwayat medis penderitanya untuk mencari tahu kemungkinan penyebab dari sakit leher.

Pemeriksaan fisik lengkap juga penting. Bila diperlukan, pemeriksaan penunjang dapat dilakukan.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat memastikan diagnosis sakit leher seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan laboratorium lainnya (misalnya: pemeriksaan cairan tulang belakang), radiologi (sinar X, CT scan, MRI) juga diperlukan untuk mencari tahu penyebab sakit leher.

Gejala  

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved