Ketum PBNU Gus Yahya: Jangan Kampanye di Tempat Ibadah, Ini Bahaya!

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melarang keras adanya kampanye politik di rumah ibadah

Editor: Glery Lazuardi
(Tribunnews.com/ Reza Deni)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melarang keras adanya kampanye politik di rumah ibadah jelang Pemilu 2024 mendatang. Menurut Gus Yahya, kampanye politik di rumah ibadah akan mempertebal politik identitas dan perpecahan antar umat. Maka dari itu, PBNU melarang keras semua pihak yang berkonstetasi di Pemilu 2024 agar tidak melakukan kampanye di rumah ibadah. 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melarang keras adanya kampanye politik di rumah ibadah jelang Pemilu 2024 mendatang.

Menurut Gus Yahya, kampanye politik di rumah ibadah akan mempertebal politik identitas dan perpecahan antar umat.

Maka dari itu, PBNU melarang keras semua pihak yang berkonstetasi di Pemilu 2024 agar tidak melakukan kampanye di rumah ibadah.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, KPU Lantik 30 Anggota PPK Kota Serang

Hal itu diungkapkan Gus Yahya usai berjumpa dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (4/1/2023).

“Itu berbahaya sekali jadi tolong harap jangan kampanye di tempat ibadah,” kata Gus Yahya.

Ia juga meminta KPU agar membuat parameter larangan kampanye di tempat ibadah lebih dipertegas lagi.

Sebab kata Gus Yahya, efek kampanye politik di rumah ibadah sangat merusak.

Ia juga meminta KPU bertindak tegas soal kampanye politik di rumah ibadha iu agar kejadian serupa seperti pemilu sebelumnya tidak terjadi kelak di Pemilu 2024 mendatang.

“Nah ini bahaya kampanye di tempat ibadah," jelas Gus Yahya dikutip dari laporan tim jurnalis Kompas TV.

"Berbahaya sekali tolong jangan dilakukan. Kita ini sudah melihat akibat akibat politik identitas yang luar biasa merusak," sambung mantan juru bicara presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut.

Baca juga: PP Muhammadiyah Dorong KPU Konsisten Supaya Pemilu 2024 Berlangsung Sesuai Jadwal

Gus Yahya lantas mengingatkan para politisi atau siapa pun itu agar berpikir ulang untuk kampanye politik di rumah ibadah.

“Mari kita jangan ikut ikutan. Kalau mau menang yah boleh tapi jangan pakai cara itu," tutupnya.

Sebagaimana laporan jurnalis Kompas TV Jonah Riki, pertemuan KPU dan KPU ini merupakan agenda pertemuan lanjutan dari KPU jelang pelaksanaa pemilu 2024.

KPU pada hari Selasa (3/12/2022) juga telah berjumpa dengan PP Muhammadiyah dan juga minta dukungan terkait penyelengaraan pemilu.

Tulisan ini sudah tayang di Kompas.tv berjudul Ketum PBNU Larang Keras Kampanye Politik di Rumah Ibadah: Tolong, Ini Bahaya Sekali

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved