Breaking News:

'Kucing-kucingan' Pembuang Sampah di Pinggir Jalan Ciledug, Berulang Lagi Usai Petugas Posko Pulang

Sejumlah pembuang sampah di pinggir jalan Ciledug, Tangerang diduga melakukan aksi 'kucing-kucingan' dengan petugas jaga

Editor: Glery Lazuardi
(KOMPAS.com/Ellyvon Pranita)
Tumpukan sampah di Jalan Raden Patah, Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Selasa (3/1/2023). 

TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah pembuang sampah di pinggir jalan Ciledug, Tangerang diduga melakukan aksi 'kucing-kucingan' dengan petugas jaga

Selama posko pantau sampah dijaga ketat oleh petugas gabungan, maka lokasi itu bersih dari sampah. Namun, ketika petugas posko sampah pulang, maka muncul lagi sampah.

Menindaklanjuti masalah sampah di tengah jalan raya itu, Pemerintah Kota Tangerang membuat posko pantau pembuangan sampah di sekitar lokasi.

Posko tersebut dijaga oleh sekitar 10-15 orang yang tergabung dari Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat (Trantib) Kecamatan Ciledug, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang.

Baca juga: Warga Ciledug Resah Deretan Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan, TPS Belum Tersedia

Anggota Trantib, Mulyadi mengatakan, posko itu dimulai sejak Kamis (5/1/2023) malam. Penjagaan di posko itu dilakukan sejak pukul 19.00 WIB hingga 01.00-02.00 WIB.

Meskipun panjang jalan Raden Patah itu lebih dari 2-3 kilometer, posko hanya didirikan di samping jembatan Kali Parung Serab.

Jumlah petugas yang dikerahkan setiap malamnya pun tidak menentu, tetapi paling sering sekitar 10 orang.

Petugas akan langsung menindak jika menemukan ada warga yang membuang sampah di sepanjang jalan.

Jenis penindakannya tidak berbeda dari yang sebelumnya, yakni menegur para pelaku pembuang sampah dan menyita kartu tanda penduduk (KTP) mereka.

"Ini sebenarnya kami trantib sih sudah dari dulu juga mengawasi pembuang sampah sembarangan di sini, tapi enggak pakai posko aja, cuma monitor, keliling-keliling," ujar Mulyadi.

"Ini juga tindakannya enggak ada bedanya, enggak bisa ngasih sanksi yang gimana-gimana, ditegur aja, diambil KTP-nya, suruh mereka buat perjanjian (tidak akan mengulangi tindakan membuang sampah di sana) pakai meterai 10.000," tambah dia.

Menurut Mulyadi, sebenarnya aktivitas membuang sampah sembarangan di tengah jalan raya di sekitar daerah itu sudah lama terjadi, bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Kondisi lokasi tersebut bersih dari sampah hanya berlangsung beberapa waktu, saat ada posko-posko pantau atau petugas-petugas berjaga di lokasi untuk menindak.

Baca juga: Volume Sampah di Kota Tangerang Capai 40 Ton saat Malam Tahun Baru 2023

"Ya cuma momentum-momentum aja bersihnya, masyarakat juga kalau enggak diawasi lagi balik lagi buang sampah di sini lagi," ucap dia.

"Tapi ya ini artinya kembali ke individu masyarakatnya juga ya, kalau mereka beriman harusnya tahu menjaga kebersihan. Pasti kalau beriman, dia mah buang sampah ya pada tempatnya, bukan di jalan begini, ganggu aktivitas banyak orang dan membahayakan diri sendiri juga," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bandelnya Pembuang Sampah di Tengah Jalan Ciledug, Kembali Kotori Jalanan saat Pengawas Pulang"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved