Breaking News:

Kemenag Lebak Bakal Jatuhi Sanksi ke Guru ASN yang Todongkan Pistol ke Warga

Kementrian Agama (Kemenag) Lebak akan menjatuhi sanksi terhadap oknum guru ASN menodongkan Pistol Airsoft Gun ke warga Jalan Raya Pasar Malingping

Penulis: Nurandi | Editor: Abdul Rosid
Dok. Polsek Malingping
Kementrian Agama (Kemenag) Lebak akan menjatuhi sanksi terhadap oknum guru ASN menodongkan Pistol Airsoft Gun ke warga Jalan Raya Pasar Malingping 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK- Kementrian Agama (Kemenag) Lebak akan menjatuhi sanksi terhadap oknum guru ASN menodongkan Pistol Airsoft Gun kepada warga.

Untuk diketahui, oknum guru ASN tersebut berinisial SE (42) merupakan pengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak.

SE diamankan oleh Polres Lebak usai mengamuk dan menodongkan Pistol Airsoft Gun ke warga di Jalan Raya Pasar Malingping pada tanggal 2 Januari 2023.

Pihak Kepolisian sudah mengamankan barang bukti yakni Pistol Airsoft Gun, dan SE saat di tes urine positif menggunakan obat keras jenis Benzo, yang diduga menyebabkan dirinya menjadi tempramental.

Baca juga: BIADAB, 25 Bocah di Batang Jadi Korban Pelecehan Seksual Guru Les Rebana

Akibat tindakannya tersebut, SE ditetapkan sebagai tersangka dijerat Pasal 335 KUH Pidana dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Kasubbag TU Kemenag Lebak Sudirman, mengatakan pihaknya akan menyerahkan semua proses hukum ke kepolisian

"Tentunya kami menyerahkan, proses sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang saat ini menangani," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Rabu (11/1/2023).

Dirinya menyebutkan, terkait sanksi kepada SE yang merupakan Guru PNS di salah satu sekolah Madrasah, masih menunggu proses.

"Akan ada sanksi, untuk soal sanksi belum bisa dipastikan sanksi apa. Karena harus ada mekanisme dan prosesnya terlebih dahulu," ujarnya.

"Kalo semua prosedur sudah ditempuh dan selesai dari pihak Kepolisian. Maka akan ada putusan dari Kanwil Kemenag Banten, dan akan diteruskan ke pusat. Sanksi akan ditentukan di sana, yang terberat bisa sampai pemecatan," sambungnya.

Sudirman menyampaikan terkait dengan guru yang melakukan tindakan indisipliner dan melawan, pihaknya senantiasa sudah memberikan arahan pada tenaga pendidik maupun madrasah di bawah naungan Kemenag Lebak.

"Tentunya pihak kami selalu rutin dalam memberikan arahan kepada para tenaga pendidik melalui para pengawas," katanya.

Dirinya menambahkan kepada para pengawas juga, agar mengawasi secara maksimal.

Baca juga: Oknum Guru di Lebak Ditetapkan Tersangka Usai Ngamuk dan Todongkan Senjata ke Warga

"Jadi para pengawas, agak terus melakukan pengawasan secara maksimal, agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," ujarnya.

 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved