Breaking News:

Badai PHK Datang, Apa yang akan Dilakukan Disnakertrans Kabupaten Serang untuk Atasi Pengangguran?

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang akan berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menekan angka penangguran.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
Kolase TribunBanten.com
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang akan berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, untuk menekan angka penangguran. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang akan berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, untuk menekan angka penangguran.

Koordinasi tersebut terkait program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), yang tercantum dalam PP Nomor 37 tahun 2021.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami mengatakan, hal itu dilakukan agar nanti pekerja yang dapat PHK)'>pemutusan hubungan kerja ( PHK), dapat mengikuti program pelatih atau membuka wirausaha.

Karena menurutnya, dengan adanya PHK seperti saat ini tentu akan menambah tingkat pengangguran.

"Program JKP itu nantinya akan diberikan selain uang sebagai bantuan subsidi, mereka juga diberikan keahlian seperti berwirausaha," katanya di kantornya, Jumat (13/1/2023).

Dengan harapan, para pekerja yang di- PHK memiliki keterampilan di tengah-tengah masyarakat, dan dapat memiliki pekerjaan baru di usianya yang masih produktif.

Jelasnya, JKP yaitu jaminan sosial yang diberikan kepada para pekerja yang terkena PHK berupa manfaat uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja.

Baca juga: Tatu Sebut Badai PHK di Kabupaten Serang Sudah Dikhawtirkan Sejak Lama

Baca juga: Kuota PHK Sukarela di PT Nikomas Belum Terpenuhi, Selanjutnya Bakal Ditentukan Pihak Manajemen

"Program tersebut diperuntukkan bagi pekerja yang telah mengikuti program BPJS dan masih di bawah usia 54 tahun," katanya.

Yang mana nantinya, pemberian pelatihan kerja ini, bertujuan agar mereka yang mengikuti pengunduran diri sukarela bisa membuka wirausaha dari uang pesangon yang diterimannya.

Pihaknya juga menyebutkan, di setiap perusahaan di Kabupaten Serang telah mengikuti program ini.

"Kita selalu anjurkan mereka diberikan pelatihan kerja dengan beberapa pihak, termasuk bagaimana mereka membuat semacam wirausaha baru," katanya.

"Kami wajib memantau proses dan pemenuhan hak-hak pekerja, agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari,” katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved