Khazanah Islam

Ramadan 2023 Kapan? Simak Cara Mengetahui dan Perhitungannya

Umat Islam banyak yang bertanya-tanya, kapan awal Ramadan 2023 atau Puasa Ramadan 2023 dimulai?

Editor: Siti Nurul Hamidah
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Umat Islam banyak yang bertanya-tanya, kapan awal Ramadan 2023 atau Puasa Ramadan 2023 dimulai? 

Diketahui Indonesia menggunakan dua cara menentukan awal Ramadan 2023 yaitu metode hilal dan hisab.

Adapun dalam sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI akan menggabungkan keduanya sebagai rujukan awal Ramadan secara nasional.

Baca juga: Pahami Niat dan Ketentuan Puasa Qadha Ramadan untuk Membayar Hutang Puasa di Tahun Lalu

Sidang isbat adalah sidang yang diselenggarakan Kementerian Agama RI untuk menentukan jatuhnya awal bulan di kalender Hijriyah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Adapun penyelenggaraan sidang isbat akan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis atau hisab, serta hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan rukyatul hilal.

Pada sebuah sidang isbat, Kementerian Agama RI akan melibatkan berbagai pihak untuk mendapatkan kesepakatan. Sehingga, hasil sidang isbat digunakan untuk menentukan kapan awal Ramadan 2023.

Terkait apakah metode hilal dan hisab dalam menentukan awal Ramadan, berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Mana yang Lebih Utama, Bayar Utang Puasa Ramadan atau Puasa Syawal Lebih Dulu? Ini Penjelasannya

1. Metode Rukyatul Hilal

Menurut Lapan, metode rukyat atau rukyatul hilal adalah aktivitas pengamatan hilal dengan melihat secara langsung atau menggunakan teleskop.

Sementara dilansir dari laman Bali.kemenag.go.id, hilal adalah nampaknya bulan sabit muda pertama setelah terjadinya konjungsi (ijtimak atau bulan baru).

Tepatnya di arah Matahari terbenam yang dijadikan acuan jatuhnya awal bulan dalam kalender Hijriah termasuk Ramadan.

Waktu pengamatan hilal yaitu pada hari ke-29 untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum.

Jika menggunakan metode rukyat, maka visual hilal yang teramati akan menjadi tanda bahwa esok hari akan jadi hari pertama bulan dalam kalender Hijriah.

Namun jika hilal tidak terlihat maka disepakati bahwa lusa adalah waktu jatuhnya awal bulan.

Hal itu juga berlaku untuk penentuan kapan awal Ramadan 2023 dan bulan-bulan lain termasuk Syawal.

Hal ini disebut dengan istikmal yaitu melakukan pembulatan jumlah hari sampai tiga puluh hari sebelum dimulainya bulan yang baru.

Baca juga: Perhatikan Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar saat Ramadan serta Bacaan Doa yang Dapat Diamalkan

ilustrasi suasana Ramadan
ilustrasi suasana Ramadan (Dok Tribun Jateng)
Sumber: Kontan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved