Kondisi Terkini David Usai Koma Selama 8 Hari: 'Jangan Sampai Ada Kegagalan Nafas'

Baru-baru ini kondisi kesehatan David Ozora selama dirawat intensif oleh tim medis RS Mayapada diungkap oleh ayahnya, Jonathan Latumahina

Tayang:
Editor: Siti Nurul Hamidah
Kolase via Grid
Baru-baru ini kondisi kesehatan David Ozora selama dirawat intensif oleh tim medis RS Mayapada diungkap oleh ayahnya, Jonathan Latumahina 

TRIBUNBANTEN.COM - Baru-baru ini kondisi kesehatan David Ozora selama dirawat intensif oleh tim medis RS Mayapada diungkap oleh ayahnya, Jonathan Latumahina.

Diketahui David adalah korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo, anak mantan pejabat pajak yang menghajar David secara sadis.

David dihajar secara membabi buta oleh Mario Dandy, diduga karena persoalan perempuan.

Usai dianiaya Mario Dandy, David tak sadarkan diri dan terbaring koma hingga saat ini.

Baca juga: Psikolog Forensik Singgung Motif Mario Dandy Aniaya David, Ada Beberapa Kemungkinan

Kabar tersebut disampaikan sendiri oleh Jonathan Latumahina lewat unggahan Instagram Cokro TV.

"Kondisinya masih belum sadar ya," tutur pengurus pusat GP Ansor tersebut.

Jonathan menuturkan, menurut medis ada kabar gembira lantaran alat bantu pernafasan atau ventilator yang sempat terpasang di tubuh David kini telah dilepas.

"Menurut medis, kabar menggembirakan alat ventilatornya (David) sudah dilepas," terang ayah korban penganiayaan tersebut.

Namun, petugas medis masih terus memantau agar David tidak mengalami gagal pernafasan.

Baca juga: Menko Polhukam Minta Mario Dandy si Anak Pejabat Pajak Dijerat Pasal 354 dan 355 KUHP

Mario Dandy Satriyo (20), anak mantan pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP), yang menganiaya pemuda bernama David (17), dihadirkan saat Polres Metro Jakarta Selatan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus ini, Rabu (22/2/2023).
Mario Dandy Satriyo (20), anak mantan pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP), yang menganiaya pemuda bernama David (17), dihadirkan saat Polres Metro Jakarta Selatan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus ini, Rabu (22/2/2023). (Annas Furon Hakim/TribunJakarta.com)

Salah satunya dengan memasang alat bernama trakeostomi di leher pengurus GP Ansor tersebut.

"David dipasang trakeostomi, jadi di lehernya sini diberikan lubang," tambah Jonathan.

Tujuan pemasangan alat bantu itu adalah untuk mengalirkan oksigen langsung ke paru-paru David.

Hal itu lantaran David bisa terancam mengalami gagal nafas usai 8 hari koma.

"Jangan sampai ada kegagalan nafas," pungkas Jonathan Latumahina.

Baca juga: Kekasih Mario Dandy Bakal Diberi Sanksi oleh SMA Tarakanita 1 Jakarta, Status Pelajarnya Terancam

Seperti diketahui, David Ozora, putra dari Jonathan Latumahina mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh anak mantan pejabat pajak, Mario Dandy.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved