Guyuran Lava Gunung Merapi Tembus 1.500 Meter, Awan Panas dan Abu Vulkanik Ancam Keselamatan Warga
Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas dan lava pada Sabtu (11/3/2022 sekira pukul 12.12 WIB.
TRIBUNBANTEN.COM - Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas dan lava pada Sabtu (11/3/2022 sekira pukul 12.12 WIB.
Dikutip dari laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),asap kawah bertekanan lemah Gunung Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.
"Jarak 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak. Saat ini erupsi masih berlangsung," sebut BPPTKG dalam pesan tertulis.
Dalam rekaman visual BPPTKG, gunung teramati dengan jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.
Baca juga: Status Gunung Merapi Masih Siaga atau Level 3, Awan Panas Mengarah ke Barat Daya
Di samping itu juga teramati 1 kali guyuran lava dengan jarak luncur 1500 meter ke barat daya suara guguran 2 kali dengan intensitas sedang dari Pos Babadan.
BPPTKG juga mengamati status kegempaan meliputi jumlah guguran terpantau 9, amplitudo 4-11 mm dan durasi 43.9-96.6 detik. Berikutnya hybrid/fase banyak 1, amplitudo 5 mm, S-P 0.4 detik dan durasi 7.4 detik. Berikutnya untuk rekaman vulkanik dalama berjumlah 19, amplitudo 9-12 mm, S-P 0.5-1 detik dan durasi 9.3-11.2 detik.
Lebih lanjut, BPPTKG menyebut bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Guna mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, maka masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat diminta agar selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
BBPTKG juga menyebut apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. Saat ini, status Gunung Merapi masih dalam level III atau 'siaga' sejak november 2020.
Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Laut
Sementara itu, berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, awan panas guguran itu juga memicu abu vulkanik yang mengarah ke barat laut-utara.
Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Guguran Awan Panas Meluncur ke Barat Laut, Waspada Hujan Abu!
"Kalau APG-nya mengarah ke barat daya, ke Kali Bebeng dan Krasak. Tapi kalau abu vulkanik ke arah barat laut-utara. Karena faktor angin, ya," jelas Yulianto.
"Kalo Pos Babadan saat ini sudah pasti terdampak abu vulkanik. Ini cukup tebal," imbuh Yulianto.
Gunung Marapi Meletus Lagi Hari ini, Sabtu 19 April 2025: Semburkan Abu Setinggi 1 Kilometer |
![]() |
---|
Dana BTT Dipakai PSU Pilkada, Pemkab Serang Minta Bantuan BNPB untuk Atasi Bencana |
![]() |
---|
Detik-detik Proses Evakuasi Korban Banjir, Bayi Hanyut Setelah Perahu yang Ditumpanginya Terbalik |
![]() |
---|
Ribuan Rumah Terdampak Banjir, Ini 5 Kecamatan di Tangsel yang Terendam |
![]() |
---|
BNPB: Kesiapsiagaan Kunci Minimalisir Dampak Risiko Potensi Gempa Megathrust |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.