Status Gunung Merapi Masih Siaga atau Level 3, Awan Panas Mengarah ke Barat Daya

Gunung Merapi juga kembali menyemburkan awan panas pukul 13.29 WIB, hujan abu di wilayah Kecamatan Selo, Boyolali dan Kabupaten Magelang.

Editor: Vega Dhini
Twitter BNPB
Gunung Merapi mengalami erupsi pada siang ini, Sabtu (11/3/2023). 

TRIBUNBANTEN.COM - Gunung Merapi erupsi siang ini, Sabtu (11/3/2023) pukul 12.12 WIB.

Meskipun Gunung Merapi kembali bererupsi dan luncurkan awan panas guguran, statusnya masih Siaga atau Level III sejak ditetapkan pada November 2020.

Menurut laporan Pos Babadan, belum ada warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Merapi.

Hujan abu yang mengguyur salah satu kawasan di kaki Gunung Merapi. Kawasan tersebut ditutupi abu setelah Gunung Merapi melakukan guguran dua kali, Sabtu (11/3/2023).
Hujan abu yang mengguyur salah satu kawasan di kaki Gunung Merapi. Kawasan tersebut ditutupi abu setelah Gunung Merapi melakukan guguran dua kali, Sabtu (11/3/2023). (TribunSolo.com / Istimewa)

Pos Babadan bersama BBPTKG akan memberikan rekomendasi pada warga untuk mengungsi apabila guguran awan panas dan abu vulkanik berkembang hingga jaraknya melebihi 7 km.

"Ini kan baru terpantau satu kali event. Terjadi 5-6 kali guguran. Kalau cakupannya terus berkembang dan jaraknya lebih jauh dari 7 kilometer maka besar kemungkinan akan ada rekomendasi kepada warga agar mengungsi," kata Yulianto.

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Guguran Awan Panas Meluncur ke Barat Laut, Waspada Hujan Abu!

Apabila terjadi perubahan yang signifikan, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY akan meninjau kembali status aktivitas Gunung Merapi.

Dalam rekaman visual BPPTKG, gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu teramati dengan jelas hingga kabut 0-II. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.

Teramati juga satu kali guyuran lava dengan jarak luncur 1500 meter ke barat daya dengan suara guguran dua kali dan intensitas sedang dari Pos Babadan.

BPPTKG menjelaskan status kegempaan Gunung Merapi meliputi jumlah guguran terpantau 9, amplitudo 4-11 mm dan durasi 43.9-96.6 detik.

Berikutnya, terdapat hybrid atau fase banyak 1, amplitudo 5 mm, S-P 0.4 detik dan durasi 7.4 detik.

Untuk rekaman vulkanik dalama berjumlah 19, amplitudo 9-12 mm, S-P 0.5-1 detik dan durasi 9.3-11.2 detik.

Berikut sejumlah fakta mengenai erupsi Gunung Merapi yang dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:

Gunung Merapi Meluncurkan Awan Panas Susulan

Perkembangan erupsi luncuran awan panas Gunung Merapi masih dalam pantauan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved