Indonesia dan Malaysia Bahas Perbatasan, Mumpung Presidennya Jokowi, PM-nya Anwar Ibrahim

Hal ini disampaikan usai Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim bertemu di Seri Perdana Malaysia pada Kamis 8 Juni

Editor: Glery Lazuardi
Kemendag
Indonesia dan Malaysia membahas sejumlah rencana di perbatasan. Hal ini disampaikan usai Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim bertemu di Seri Perdana Malaysia pada Kamis (8/6/2023). 

TRIBUNBANTEN.COM - Indonesia dan Malaysia membahas sejumlah rencana di perbatasan.

Hal ini disampaikan usai Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim bertemu di Seri Perdana Malaysia pada Kamis (8/6/2023).

"Saya berharap negoisasi perbatasan lainnya termasuk di darat, (Pulau,-red) Sebatik, kemudian (Sungai,-red) selesai juga bisa segera diselesaikan. Mumpung Perdana Menterinya Datuk Sri Anwar Ibrahim dan di Indonesia Presidennya masih Jokowi," kata Jokowi di tayangan Youtube salah satu televisi Malaysia, Kamis (8/6/2023).

Ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan dan Menteri Investasi Perdagangan dan Industri Malaysia, Tengku Datuk Seri Utama Zafrul Bin Tengku Abdul Aziz.

Pertemuan itu berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu (7/6/2023).

Rencana  penandatanganan  Perjanjian  Perdagangan  Perbatasan (Border Trade Agreement/BTA) Indonesia–Malaysia yang akan akan dilaksanakan pada Kamis (8/6/2023).
Rencana penandatanganan Perjanjian Perdagangan Perbatasan (Border Trade Agreement/BTA) Indonesia–Malaysia yang akan akan dilaksanakan pada Kamis (8/6/2023). (istimewa)

Dalam pertemuan itu Zulhas mendiskusikan rencana penandatanganan Perjanjian Perdagangan Perbatasan atau Border Trade Agreement (BTA) antara Indonesia - Malaysia yang akan dilangsungkan pada Kamis (8/6/2023).

Zulhas berharap perjanjian kerja sama tersebut bisa memfasilitasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Selain membahas rencana penandatanganan BTA, Zulhas juga mendiskusikan soal investasi pada sektor rumah sakit di Indonesia. Ia mengundang industri kesehatan Malaysia untuk berinvestasi di sektor rumah sakit utamanya pada wilayah luar Jawa.

"Sektor rumah sakit di luar Pulau Jawa belum semaju di Pulau Jawa. Ini akan menjadi peluang yang besar untuk berinvestasi di sektor rumah sakit di luar Pulau Jawa," kata Zulhas dalam keterangannya, Rabu.

Kedua menteri ini juga membahas soal kebijakan deforestasi Uni Eropa yang mendiskriminasi negara berkembang. Indonesia dan Malaysia sepakat bekerja sama secara intens karena kedua negara punya kepentingan yang sama yakni melindungi rakyat dan petani kecil.

Pada pertemuan ini, Zulhas turut menyampaikan dukungannya kepada Malaysia yang menjadi tuan rumah Pertemuan Dewan Menteri International Tripartite Rubber Council (ITRC) dan meminta dukungan Malaysia di mana Indonesia mencalonkan diri sebagai CEO IRCo.

"Saya meminta dukungan Malaysia dalam pencalonan Indonesia sebagai CEO IRCo periode September 2023 - Agustus 2025. Saya juga siap berkolaborasi dengan Malaysia dalam merumuskan program strategis ITRC/IRCo," pungkasnya.

Baca juga: Indikator Keberhasilan Pembangunan Daerah Versi Wali Kota Serang: Jalan Perbatasan Jadi Acuan

Sepakati Masalah PMI

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyepakati mekanisme bilateral untuk penyelesaian maslaah pekerja migran Indonesia (PMI).

Kesepakatan itu ditegaskan usai pertemuan kedua kepala negara di kediaman resmi PM Anwar Ibrahim, Kompleks Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia, pada Kamis (8/6/2023).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved