Warga Cimanggu Keracunan Massal

Bukan Keracunan, Warga Pandeglang Diduga Alami Kesurupan di Acara Adventure Trail

Humas panitia Adventure Trail, Epan Kusmana, menduga puluhan warga Pandeglang mengalami kesurupan di acara Adventure Trail.

|
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Glery Lazuardi
Via Kompas.com
Ilustrasi keracunan. Humas panitia Adventure Trail, Epan Kusmana, menduga puluhan warga Pandeglang mengalami kesurupan di acara Adventure Trail. Pernyataan itu disampaikan setelah melihat gejala dari warga Pandeglang yang dirawat di puskesmas. Menurut dia, daerah yang dijadikan tempat untuk Adventure Trail itu masih kental dengan aura mistis. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Humas panitia Adventure Trail, Epan Kusmana, menduga puluhan warga Pandeglang mengalami kesurupan di acara Adventure Trail.

Pernyataan itu disampaikan setelah melihat gejala dari warga Pandeglang yang dirawat di puskesmas.

Menurut dia, daerah yang dijadikan tempat untuk Adventure Trail itu masih kental dengan aura mistis.

"Kalau saya enggak paham dengan hal itu cuma gejalanya gitu. Kalau kata orang sini mah kesambet," kata dia kepada TribunBanten.com, pada Senin (7/8/2023).

Baca juga: Empat Fakta Warga Pandeglang Keracunan Massal di Acara Adventure Trail, Alami Mual dan Muntah

Tercatat terdapat 45 orang yang diduga mengalami keracunan massal.

12 orang di antaranya adalah aparat gabungan dari Koramil, Polsek, Satpol PP dan masyarakat sekitar.

Mereka memperlihatkan gejala seperti orang keracunan setelah menyantap nasi bok yang dibagikan panitia Adventure Trail.

Saat itu penyelenggara menyediakan nasi box untuk peserta.

Namun, karena nasi box yang dipesan dari salah satu ketering jumlahnya banyak sehingga dibagikan kepada masyarakat.

"Kami bingung dan tidak bisa menyimpulkan apakah itu keracunan nasi bok atau bukan," kata dia.

Dia mengungkapkan hampir semua orang peserta dan masyarakat yang melihat adventure trail memakan nasi bok dengan lauk ayam suwir dan telur.

"Saya juga makan tapi enggak kenapa-kenapa, makannya kami tidak bisa menyimpulkan, apakah mungkin karena makanannya tekena debu atau apa kami tidak paham," ujarnya.

Pun demikian, Epan mengaku panitia akan memberikan kompensasi pada para korban meskipun tidak besar.

"Karena memang terjadi hal seperti itu dari acara yang diselenggarakan oleh kami, maka kami dari penyelenggaraan juga melakukan kunjungan dan santunan," pungkasnya.

Baca juga: Korban Keracunan Massal di Cimanggu Pandeglang Sembuh Usai Jalani Perawatan 7 Jam di Puskesmas 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved