Melalui Program TJSL, Terminal LPG Tanjung Sekong Berkontribusi untuk Negeri
Tak hanya berkontribusi memenuhi kebutuhan energi nasional, Terminal LPG Tanjung Sekong berperan dalam pemenuhan gas kepada warga lokal.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Untuk jalur laut, menyuplai di daerah Tanjung Priok, Padang, Palembang, Semarang, Cilacap hingga Makassar.
Sementara jalur darat menggunakan mobil tangki untuk menyupai kebutuhan di SPBU mulai dari wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
"Untuk kebutuhan nasional menurut data Patraniaga itu kita bisa memenuhi 40 persen dari kebutuhan nasional," ungkapnya.
Baca juga: Dukuk Perkara Polemik Pembuangan Sampah Kabupaten Serang ke TPSA Bagendung Cilegon
Selain mampu memenuhi sebanyak 40 persen kebutuhan nasional, produk yang dihasilkan dari Terminal LPG Tanjung Sekong dinilai bersih dari emisi.
Mulai dari sulfur yang dihasilkan rendah, hingga emisi yang dihasilkan masih berada di bawah ambang batas.
Bahkan secara operasional Terminal LPG Tanjung Sekong menggunakan sistem energi ramah lingkungan.
Kemudian sumber listrik di Terminal LPG Tanjung Sekong selain dari PLN juga menggunakan tenaga surya.
"Selain pemasangan tenaga surya, area kantor ini sudah menggunakan solar tenaga surya 87,5 kmp dan lampu penerangan jalan juga menggunakan tenaga surya," terangnya.
Sementara itu, Senior Supervisor HSE Pertamina Energy Terminal LPG Tanjung Sekong, Fajar Amaeban menambahkan bahwa sebagai kontribusinya untuk negeri, Terminal LPG Tanjung Sekong juga telah melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Mulai dari sisi community development, dari sisi kebencanaan ataupun dari sisi keanekaragaman hayati.
Pada tahun 2023, Terminal LPG Tanjung Sekong melakukan kegiatan keanekaragaman hayati yaitu menyangkut flora dan fauna.
"Kegiatan kami di tahun ini terkait konservasi di area taman nasional ujung kulon, dan kegiatan rino go to school yaitu untuk mensosialisasikan ke anak sekolah terkait konservasi dari badak tersebut," ungkapnya.
Pada kegiatan konservasi, kata Fajar, pihaknya telah melakukan pemulihan lahan di pesisir Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang.
Sebab di kawasan TNUK, lanjut Fajar, di sana bukan hanya fokus pada perlindungan terhadap Badak Bercula Satu.
Namun di sana juga ada fanua lainnya yang perlu dilindungi bersama.
Baca juga: Warga Histeris Lihat Kapolres Cilegon dan Dandim, Pintu Mobil Terbuka Saat dalam Kecepatan Tinggi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Foto-Terminal-LPG-Tanjung-Sekong.jpg)