Menteri Kabinet Israel Usul Jalur Gaza Dibom Nuklir

Menteri Kabinet Israel dari Partai Ekstrimis Otzma Yehudit mengusulkan untuk menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza.

Editor: Abdul Rosid
AFP/MAHMUD HAMS
Menteri Kabinet Israel dari Partai Ekstrimis Otzma Yehudit mengusulkan untuk menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza. 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Kabinet Israel dari Partai Ekstrimis Otzma Yehudit mengusulkan untuk menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut dilontarkan saat diwawancarai oleh Radio Kol Berama.

Menteri Warisan Budaya, Amichai Eliyahu mengatakan dijatuhkannya bom nuklir di jalur Gaza merupakan kemungkinan terbesarnya.

Baca juga: VIRAL Pria di Tangerang Dukung Israel dan Maki Pendukung Palestina, Polisi Ungkap Motif Pelaku

Eliyahu adalah seorang menteri dari partai sayap kanan Itamar Ben Gvir. Ia bukan bagian dari kabinet keamanan yang terlibat dalam pengambilan keputusan di masa perang, juga tidak memegang kendali atas kabinet perang yang mengarahkan perang melawan kelompok teror Hamas.

Eliyahu juga menyuarakan keberatannya atas izin masuk bantuan kemanusiaan apa pun ke Gaza. Menurutnya semua yang berada di jalur Gaza adalah bagian dari Nazi.

“Kami tidak akan menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Nazi," ujarnya.

Menteri Kabinet Israel dari Partai Ekstrimis Otzma Yehudit mengusulkan untuk menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza.
Menteri Kabinet Israel dari Partai Ekstrimis Otzma Yehudit mengusulkan untuk menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza. (AFP via Kompas.com)

Dia juga mendukung perebutan kembali wilayah Jalur Gaza dan memulihkan pemukiman di sana. Ditanya tentang nasib penduduk Palestina, Eliyahu menyebut seharusnya mereka bisa pergi ke Irlandia atau ke gurun pasir.

"Monster di Gaza harus menemukan solusinya sendiri,” kata Eliyahu.

Dia mengatakan bahwa siapa pun yang mengibarkan bendera Palestina atau Hamas tidak boleh terus hidup di muka bumi ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru tidak setuju atas saran dari Eliyahu tersebut. Menurutnya Israel dan IDF dalam bertindak tetap berpegang teguh kepada hukum internasional guna menghindari korban-korban sipil non-kombatan atau mereka yang tidak tergabung dalam Hamas.

Akibat pernyatannya tersebut Eliyahu juga diskors dari pertemuan pemerintah Israel sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Bahkan, Pemimpin Oposisi, Yair Lapid, menyerukan pemecatan terhadap menteri Eliyahu tersebut.

“Kehadiran kaum radikal di pemerintahan membahayakan kita dan tujuan perang – mengalahkan Hamas dan mengembalikan semua sandera. Netanyahu harus memecatnya pagi ini," ujar dia.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, pemimpin partai Otzma Yehudit milik Eliyahu, mengatakan dia berbicara kepada menteri yang kemudian mengklarifikasi bahwa dia berbicara secara metaforis.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga menanggapi dengan menyebut pernyataan Eliyahu tidak berdasar dan menambah penderitaan di Palestina.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved