IDI: Banten Masuk Tiga Daerah di Indonesia Terpapar Kasus Cacar Monyet

Berdasarkan data dari IDI, ada tiga daerah di Indonesia yang telah terkonfirmasi warganya terpapar cacar monyet. Salah satunya Banten

Editor: Abdul Rosid
Tribunnews.com
Berdasarkan data dari IDI, ada tiga daerah di Indonesia yang telah terkonfirmasi warganya terpapar cacar monyet. Salah satunya Banten 

TRIBUNBANTEN.COM - Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merilis sebaran kasus cacar monyet di Indonesia.

Berdasarkan data dari IDI, ada tiga daerah di Indonesia yang telah terkonfirmasi warganya terpapar cacar monyet.

Ketiga daerah tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Baca juga: Empat di Antaranya Adalah Mantan Koruptor, Ini 7 Nama Caleg DPRD Banten Eks Narapidana Lolos DCT

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MPox PB IDI, Hanny Nilasari mengatakan, kasus konfirmasi terbanyak didominasi di Jakarta dengan 29 kasus.

Diikuti oleh 5 kasus konfirmasi di DKI Jakarta, dan 1 kasus konfirmasi di Banten.

"Sehingga jumlah kasus yang terkonfirmasi pada saat ini adalah 35 kasus dan kemudian yang negatif (dicarded) ada 82 kasus," kata Hanny dalam konferensi pers PB IDI secara daring di Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Hanny menyampaikan, pasien cacar monyet di DKI Jakarta memiliki penyakit peserta (komorbid). Ia merinci, 10 pasien dari total kasus konfirmasi mengidap HIV, tiga pasien dengan sifilis, serta sembilan pasien dengan HIV dan sifilis.

Lalu, satu pasien dengan HIVx sifilis, Hbsag positif, dan hipertensi; satu pasien dengan HIV dan hipertensi; dan tiga pasien lainnya tanpa memiliki komorbid.

"Sedangkan untuk tujuh pasien lainnya tidak ada data riil sehingga saya belum bisa menginformasikan secara detail," ucap Hanny.

Lebih lanjut, Hanny menyampaikan, kasus konfirmasi didominasi oleh orientasi seksual lelaki seks lelaki (LSL) sebanyak 24 orang atau 90 persen dari total kasus.

Diikuti oleh 2 orang heteroseksual, 1 orang tidak diketahui orientasi seksualnya, dan 1 orang dengan kategori lainnya.

Hanny menjabarkan, berdasarkan laporan dari Travel Medical Infect Desease tahun 2022 dengan kasus konfirmasi 4.080 orang, ruam kulit menjadi salah satu gejala yang paling banyak ditemukan pasien.

Kemudian, 62 persen dari total pasien mengalami pembesaran kelenjar getah bening, 62 persen mengalami demam, 11 persen dengan arthalgia, dan 9 persen perdarahan di area rektum atau saluran cerna.

"Saat itu, data pasien yang terkonfirmasi 4.080 orang, saat ini sudah 9.000-an lebih. Jadi dari kasus yang sudah terkonfirmasi, ternyata ruam kulit menjadi masalah yang paling banyak ditemukan oleh para tenaga medis dan teman-teman dokter di fasilitas kesehatan," jelas dia.

Sebagai informasi, kasus cacar monyet kembali menyebar di Indonesia setelah ditemukan satu kasus pada tahun 2022.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved