Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Melanda Tangerang Raya, Ini Penjelasan BMKG
BMKG memberikan penjelasan terkait angin kencang dan hujan lebat yang melanda wilayah Tangerang Raya beberapa waktu ke belakang.
TRIBUNBANTEN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait angin kencang dan hujan lebat yang melanda wilayah Tangerang Raya beberapa waktu ke belakang.
Tangerang Raya meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Hartanto mengungkapkan, angin kencang dan hujan lebat di Tangerang Raya dipicu peralihan dominasi monsun Asia ke monsun Australia.
Baca juga: Cuaca Banten Besok, 7 April 2026: Tangerang, Serang hingga Cilegon Berpotensi Diguyur Hujan
Monsun Asia (atau angin muson barat) adalah sistem sirkulasi angin musiman yang berembus dari benua Asia menuju Australia, melewati Indonesia pada periode Oktober-April.
Fenomena ini membawa banyak uap air dari Samudra Pasifik dan Laut Tiongkok Selatan, menyebabkan musim hujan di Indonesia.
Ini adalah salah satu pola cuaca terbesar yang memengaruhi iklim, pertanian, dan kehidupan di Asia Selatan, Tenggara, dan Timur.
"Peralihan dominasi monsun Asia menjadi monsun Australia memicu terbentuknya pola sirkulasi dan konvergensi,” ujar Hartanto saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Selain itu, perlambatan angin dan pemanasan pada siang hari turut memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten, terutama di Tangerang Raya.
Dalam tiga hari terakhir, BMKG mencatat curah hujan di wilayah Banten berada pada kategori ringan hingga sangat lebat.
Hujan sangat lebat tercatat terjadi pada 4 April 2026 di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, dengan curah hujan mencapai 105 milimeter per hari.
Hartanto mengatakan kondisi atmosfer tersebut masih berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang dalam beberapa hari mendatang.
Pada 7 April 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Tangerang bagian tengah dan selatan, Kota Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan.
Kemudian pada 8 April 2026, intensitas hujan diprediksi meningkat menjadi lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tangerang bagian selatan, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan pohon tumbang, baliho roboh, genangan air, hingga sambaran petir.
"Masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai petir dan angin kencang," ucap dia.
| Pria Penjual Cilok Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan Cikupa Tangerang, Diduga Korban Pembunuhan |
|
|---|
| Median Jalan BSD Tangsel Dibangun Reklame Besar, DPMPTSP Belum Beri Penjelasan |
|
|---|
| Dorong Perlindungan Pekerja Rentan, PDIP Tangsel Usulkan Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan |
|
|---|
| Tangsel Banten Masuk Dua Besar dari 20 Daerah Terpanas di Indonesia per Hari Ini |
|
|---|
| Antisipasi Kecurangan SPMB, Dindikbud Tangsel Perketat Data Kependudukan Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/BANJIR-Perumahan-Bukit-Pamulang-Indah-BPI-Pamulang-Tangerang-Selatan.jpg)