Jahe Miliki Sifat Antidiabetes yang Kuat, Baik untuk Pengidap Gula Darah Tinggi

Jahe memiliki sifat antidiabetes yang membantu menurunkan kadar gula darah yang berlebihan

Tayang:
Editor: Siti Nurul Hamidah
halodoc
Jahe memiliki sifat antidiabetes yang membantu menurunkan kadar gula darah yang berlebihan 

TRIBUNBANTEN.COM - Jahe memiliki sifat antidiabetes yang membantu menurunkan kadar gula darah yang tinggi.

Jahe yang termasuk keluarga Zingiberaceae mengandung senyawa unik yang disebut gingerol.

Gingerol adalah senyawa bioaktif utama dalam jahe. Ini bertanggung jawab atas banyak sifat obat jahe.

Gingerol memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat, menurut penelitian.

Misalnya, dapat membantu mengurangi stres oksidatif , yang merupakan hasil dari kelebihan jumlah radikal bebas dalam tubuh.

Gingerol juga menyebabkan aroma dan rasa jahe menjadi khas.

Baca juga: 3 Tanaman Ini Buat Udara Segar di Rumah, dr Zaidul Akbar: Membantu Menyerap Karbon Dioksida

Baca juga: Campur Jahe dengan Dua Bahan Ini, Kata dr Zaidul Akbar, Insyaallah Asam Lambung Turun

Jahe menurunkan kadar gula darah tinggi

Penemuan terbaru menyatakan bahwa jahe memiliki sifat anti diabetes yang kuat.

Dalam sebuah penelitian pada 2015 ditujukan kepada 41 responden yang mengalami diabetes tipe 2.

Setelah para responden diberi jahe sebanyak 2 gram per hari didapatkan hasil mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 12 persen.

Melansir kontan, berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat, dalam 100 gram jahe mengandung 80 kalori, 1,82 gram protein, dan 2 gram serat makanan.

Dalam penelitian yang diterbutkan dalam Journal of Ethnic Foods, mengonsumsi jahe bisa membantu mengurangi kadar A1C dan kadar glukosa serum puasa pada penderita diabetes tipe II.

Penelitian lainnya yang diterbutkan dalam Journal of Complementary and Integrative Medicine melaporkan bubuk jahe bisa meningkatkan kontrol glikemik pada orang dewasa penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, jahe memiliki mekanisme pengendalian gula darah yang potensial.

Sekadar info, jahe mampu menghambat enzim yang memproses karbohidrat dan sensitivitas insulin.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved