Angka Stunting di Cilegon Turun, Ini Jurus Jitu DP3APKB
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon mampu menurunkan stunting
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon mampu menurunkan angka stunting.
Berdasarkan data validasi Agustus 2022 sebanyak 1252 jiwa, kemudian Februari 2023 turun menjadi 1144 jiwa dan per Agustus 2023 lalu berada diangka 944 jiwa.
"Kami berkeyakinan dengan adanya bahu membahu dari seluruh stakeholder yang ada angka 944 itu bukan lah angka yang berat, kalau semua yang terlibat," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada DP3AP2KB Kota Cilegon, Wawan Ihwani saat ditemui di Kantor Kelurahan Ketileng, Kota Cilegon, Kamis (7/12/2023).
Baca juga: BKKBN Banten Ajak Mahasiswa Magang di Cilegon Berkolaborasi Tangani Stunting
Menurut Wawan dengan bekerja sama, berkolaobari bersama seluruh stakeholder termasuk para kader hingga ditingkat kota dan provinsi.
Angka prevalensi stunting di Kota Cilegon bisa menurun, apabila dilakukan secara bersama-sama.
Meskipun pemerintah pusat menargetkan untuk menurunkan angka stunting diangka 14 persen, namun DP3AP2KB Kota Cilegon berusaha untuk mencapai di bawah 10 persen.
"Karena permintaan pak wali kota, kita itu ditargetkan diangka 9 persen," katanya
Meski terlihat berat, namun Wawan mengaku yakin pihaknya bisa menurunkan angka stunting di Kota Cilegon.
"Angka yang walaupun berat, namun kalau dilakukan saling bahu membahu insyaallah bukan hal yang mustahil itu bisa tercapai," tandasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Pertumbuhan-anak-cegah-stunting.jpg)