11 Hari Karawang Terendam Banjir, Warga Bertahan di Pengungsian, Bantuan Berdatangan
Kabupaten Karawang, Jawa Barat sudah selama 11 hari terendam banjir. Banjir terjadi mulai 1 Januari 2024.
TRIBUNBANTEN.COM - Kabupaten Karawang, Jawa Barat sudah selama 11 hari terendam banjir.
Banjir terjadi mulai 1 Januari 2024, namun hingga kini Kamis (11/1/2024), sejumlah wilayah masih tergenang.
Baca juga: Daftar Lokasi Rawan Rob di Banten, BMKG Beri Peringatan Dini Banjir di Pesisir hingga 19 Januari
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Ferry Muharram mengatakan wilayah yang terendam berada di empat kecamatan.
Dari empat kecamatan tersebut, paling parah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.
“Kondisi terparah terjadi di Desa Karangligar, berdasarkan laporan terakhir, 7 Januari, banjir merendam 441 rumah, 7 sarana ibadah dan 3 sarana Pendidikan, yang berdampak terhadap 1.629 jiwa dari 569 KK,” ujarnya.
Seperti dilansir dari Kompas.tv, dampak banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet di Desa Karang Ligar Kecamatan Teluk Jambe Barat, dan Desa Suka Makmur Kecamatan Teluk Jambe Timur, menyebabkan rumah rumah warga mulai rusak, dan ribuan warga harus bertahan di pengungsian selama lebih dari sepekan.
Akibat banjir aktivitas wargapun terganggu karena selain merendam pemukiman warga, banjir pun merendam ratusan hektar sawah yang merupakan lahan mata pencarian mayoritas warga.
Usia tanaman padi yang sudah memasuki satu bulan terancam membusuk dan mati hingga petani harus menanggung kerugian cukup besar, karena sudah banyak mengeluarkan biaya untuk tanaman padi, mulai dari mengolah lahan, hingga menanam benih tanaman padi.
Baca juga: Gempa Hari Ini Kamis 11 Januari 2024: Menggetarkan Sumur Pandeglang
Penyebab utama lama surutnya banjir karena intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi, di daerah hulu Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, yang berdampak langsung terhadap banjir di Desa Karang Ligar.
Bantuan Berdatangan
Setelah terjadi bencana bantuan mulai berdatangan.
Salah satu di antaranya dari Sahabat Ulama Muda Indonesia (Samawi).
Ketua Samawi Karawang, Ammas Fasyni El-Fauzi mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan membantu masyarakat.
Mereka berinteraksi dengan masyarakat yang terdampak banjir.
"Kami berinteraksi dengan masyarakat yang terdampak banjir di Karawang," kata dia.
| Banjir Terjang Kawasan Adat Baduy Lebak, BPBD Sebut Dipicu Hujan Deras di Hulu Sungai |
|
|---|
| Banjir Tangsel Tak Hanya Karena Hujan, Pilar Saga Sebut Sampah dan Perilaku Warga Turut Jadi Pemicu |
|
|---|
| Tinjau Banjir di Tangsel, Wakil Wali Kota Pilar Saga Dorong Normalisasi dan Pelebaran Saluran Air |
|
|---|
| Rawan Longsor Susulan, BPBD Tangsel Batasi Lalu Lintas di Jalan Ciater-Rawa Macek |
|
|---|
| Drainase Tak Berfungsi & Bangunan Langgar Izin Jadi Biang Kerok Banjir Tangsel, Pilar: Wajib Bongkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Banjir-di-Karawang.jpg)