BPBD Banten Minta Warga Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantenmeminta warga mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi akibat perubahan cuaca.

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Abdul Rosid
Engkos Kosasih/TribunBanten.com
Kepala BPBD Banten, Nana Suryana meminta warga mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat perubahan cuaca. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantenmeminta warga mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi akibat perubahan cuaca.

Mengutip dari BMKG, bencana hidrometeorologi merupakan suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).

Bencana hidrometeorologi disebabkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.

Baca juga: Hujan Mulai Intens, BPBD Lakukan Sejumlah Langkah Antisipasi Bencana di Kota Cilegon

Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.

Kepala BPBD Banten, Nana Suryana mengatakan, dampak dari bencana tersebut sudah mulai terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Banten, mulai dari banjir hingga angin puting beliung.

"Beberapa lokasi sudah mengalami banjir walaupun itu genangan, tetapi harus diantisipasi, karena Februari diprediksi puncaknya diatas normal terutama di Lebak dan Pandeglang," kata Nana di KP3B, Kota Serang, Jumat (12/1/2024).

Menurut Nana, saat ini benaca hidrometeorologi sudah terjadi di wilayah Tangernag. Di mana beberapa waktu lalu terjadi banjir di Tangerang Selatan dan sekitarnya.

"Kalau saat ini memang lebih cenderung dibagian utara, Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan)," ujar Nana.

Nana menyebut di wilayah Tangerang Raya terjadi penambahan titik banjir. Pada tahun 2023, banjir hanya 7 titik, kemudian tahun 2024 menjadi 14 titik.

"Di Tangerang ada lokasi baru yang terkena banjir, karena faktor drainase tersumbat," jelasnya.

Nana mengaku, terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk mewaspadai potensi bencana tersebut dan menyiapkan personel agar ketika terjadi bencana perugas sudah siap.

"Kalau untuk alat di BPBD sendiri perahu karet ada peningkatan jadj 10. Mudah-mudahan kita bisa suplai kalau kabupaten kota membutuhkan alat itu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved