Kisah Nyata: Belasan Warga Banten Hidup Terpasung, Berteman Rantai Besi di Kaki

Sebanyak 17 warga Banten hidup terpasung. Ini berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Editor: Glery Lazuardi
KOMPAS.com/MARKUS MAKUR
Ilustrasi dipasung. Sebanyak 17 warga Banten hidup terpasung. Ini berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Belasan warga itu tinggal berteman rantai besi, karena di Banten belum ada rumah sakit jiwa. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 17 warga Banten hidup terpasung.

Ini berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Belasan warga itu tinggal berteman rantai besi, karena di Banten belum ada rumah sakit jiwa.

Padahal berdasarkan amanat Pasal 52 ayat 2 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, Pemerintah Provinsi wajib mendirikan paling sedikit satu rumah sakit jiwa

Baca juga: Angka Kasus Pasung ODGJ di Kota Serang Masih Tinggi, Dinkes: Terus Dimonitoring

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti.

Dia menjelaskan, masih adanya kasus pasung di daerahnya karena banyak keluarga tidak memiliki waktu dan biaya untuk membawa ODGJ itu ke fasilitas kesehatan.

Sehingga, saat ini Pemprov Banten mendorong agar Pemerintah desa mengembangkan desa siaga sehat jiwa.

"Kendala di lapangan keluarga yang punya ODGJ apalagi tidak punya waktu mengurus biasanya dipasung, langsung ditinggalkan kalau ngamuk dan malu disumpetin," ujar Ati.

Selain itu, pasien ODGJ yang sudah mulai sembuh dan kembali hidup mandiri tidak dapat diberdayakan karena tidak adanya rumah singgah rehabilitasi.

"Di masyarakat tidak mudah karena tidak diberdayakan akan kembali kambuh. Mudah-mudahan Dinsos membuat rumah singgah rehabilutasi mantan ODGJ," kata Ati.

Hingga saat ini Provinsi Banten belum memiliki Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) yang bisa mengakibatkan naiknya masalah kesehatan jiwa. Banten menjadi salah satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang belum memiliki RSJKO.

Baca juga: Dinas Kesehatan Targetkan Tahun 2024 Banten Bebas Pasung

"Kita usulkan ke pusat, karena itu akan yang bantu target 2025, dan Banten jadi prioritas dari tujuh provinsi," tandas Ati.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Ada Rumah Sakit Jiwa, 17 Warga Banten Masih Hidup Dipasung"

There is no mental hospital, 17 Banten residents are still living in shackles

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved