4 Contoh Pidato Singkat Tantang Isra Miraj di Masyarakat dan Sekolah

Berikut ini kumpulan empat contoh pidato singkat tentang Isra Miraj di masyarakat dan sekolah.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Freepik
Kumpulan empat contoh pidato singkat tentang Isra Miraj di masyarakat dan sekolah. 

Perjalanan Isra Miraj yang ditempuh Rasulullah SAW. dalam semalam merupakan bukti kekuasaan Allah SAW. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW. dipersiapkan untuk menghadapi fase kenabian berikutnya. Beliau pun sampai kembali di bumi dengan lebih tenang.

Ada pelajaran penting lainnya yang dapat dipetik dari perjalanan Isra Miraj. Rasulullah Saw. tidak hanya diajak berjalan-jalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Beliau membawa hadiah berupa kewajiban menunaikan shalat lima waktu.

Mulanya, Allah SWT. memerintahkan umatnya untuk mendirikan shalat 50 waktu. Dengan kegigihan Nabi Muhammad Saw. untuk bernegosiasi dan meminta keringanan pada Allah SWT, kewajiban shalat dikurang menjadi 5 waktu dalam sehari semalam.

Semoga dengan meneladani kisah Isra Miraj Nabi Muhammad Saw. di atas, kita bisa meningkatkan kualitas iman dan semakin meluruskan niat ibadah hanya untuk Allah SWT.

Demikian pidato Isra Miraj yang bisa saya sampaikan. Akhir kata, saya memohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian pidato ini.

Contoh Pidato Isra Miraj 2

Assalamualaikum wr.wb

Pertama-tama, izinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya (nama lengkap) dari kelas XX dalam kesempatan ini akan membacakan pidato bertema Isra Miraj untuk memperingati perjalanan agung Nabi Muhammad SAW.

Hadirin yang saya hormati,

Sebagaimana diketahui, Isra Miraj bukanlah peristiwa yang biasa. “Isro” maknanya adalah perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha.

Sedangkan “Miraj” adalah peristiwa pengangkatan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha, yaitu tempat di langit ke tujuh.

Memang, peristiwa Isra Miraj tidak terjadi di zaman kita, tetapi harus tetap kita imani. Dari perjalanan yang ditempuh Nabi Muhammad SAW tersebut, perintah shalat 5 waktu diturunkan.

Awalnya, umat Nabi Muhammad SAW diminta menunaikan 50 waktu shalat dalam sehari semalam. Hal tersebut kemudian dirasa memberatkan umatnya, apalagi kondisi iman seseorang berbeda-beda.

Dengan kemurahan Allah SWT, akhirnya 50 waktu shalat dipangkas menjadi 5 waktu dalam sehari semalam. Dikatakan bahwa masing-masing sholat dihitung melaksanakan 10 kali sholat.

Sayangnya, masih banyak di antara kita yang malas-malasan ketika mendengar adzan dan diminta mendirikan shalat. Alangkah malunya kita pada Nabi Muhammad SAW yang telah memintakan keringanan, tetapi justru kita remehkan.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved