Disdikpora Pandeglang Gagas Program Sejuta Santri Masuk Sekolah, Siswa SD-SMP Wajib Bisa BTQ

Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto, menggagas program Sejuta Santri Masuk Sekolah untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pandeglang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Misbahudin
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang menggagas program Sejuta Santri Masuk Sekolah untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pandeglang. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Sutoto, menggagas program Sejuta Santri Masuk Sekolah untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pandeglang.

Program tersebut bertujuan memberikan kesempatan luas kepada para santri untuk mengakses pendidikan formal, tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan.

Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto, mengatakan program Sejuta Santri Masuk Sekolah merupakan salah satu program strategis dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang religius serta berdaya saing.

Baca juga: Bupati Pandeglang Lantik Pejabat Eselon II, Tekankan Inovasi dan Pelayanan Cepat

"Melalui program Sejuta Santri Masuk Sekolah, kita ingin memastikan para santri memperoleh kesempatan yang luas untuk mengakses pendidikan formal," ujarnya Selasa (26/5/2026). 

"Dengan demikian akan lahir generasi Qurani yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi," tambahnya. 

Sutoto menjelaskan, program tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kepala sekolah dengan pengasuh Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDTA).

Ia menargetkan program itu mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

"Pelaksanaannya setiap hari Sabtu pada jenjang SD dan SMP. Sementara pengasuh Taman Pendidikan Al-Qur'an akan masuk ke lembaga PAUD meliputi Kober, SPS, dan TK," ujarnya.

Menurut Sutoto, hari efektif pembelajaran intrakurikuler dan kurikuler di SD dan SMP nantinya akan diberlakukan sistem full day school dari Senin hingga Jumat.

"Lalu untuk penilaian program Sejuta Santri Masuk Sekolah melalui Pentas PAI yang digelar setiap semester di sekolah, setiap hari Jadi Pandeglang di tingkat kecamatan, dan setiap Hardiknas di tingkat kabupaten," katanya.

Sutoto menilai pendidikan agama memiliki peran penting dalam membangun generasi unggul.

"Peserta didik harus dibekali kemampuan akademik yang baik sekaligus memiliki landasan keimanan dan akhlak yang kuat agar mampu menghadapi tantangan global," ucapnya.

Ia juga menyebut program tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2020 tentang kewajiban baca tulis Al-Qur'an bagi anak usia sekolah beragama Islam di Kabupaten Pandeglang.

"Oleh karena itu, untuk menjamin anak kaum muslimin dan muslimat mendapat hak belajar BTQ, maka sekolah wajib memfasilitasi BTQ. Pemda juga menstimulasi hibah MDTA dan TPQ, serta pengasuh MDTA dan TPQ masuk sekolah," ujarnya.

Sutoto berharap ke depan pelajar di Kabupaten Pandeglang memiliki karakter santri dan mampu membaca serta menulis Al-Qur'an.

"Setiap anak lulus SD dan SMP harus lulus baca tulis Al-Qur'an. Anak naik kelas SD dan SMP juga harus memenuhi kriteria minimal baca tulis Al-Qur'an," tandasnya. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved