Bapak Bunuh Anak di Serang

Sebelum Bunuh Anak, Ayah Kandung di Serang Minta Dibedah Perut Agar Keluar Uang

AG (30), seorang ayah yang membunuh anak kandungnya berinisial NL meminta keluarganya untuk membedah perutnya agar keluar uang

|
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Foto Tampang ayah di Banten yang membunuh anak kandung. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - AG (30), seorang ayah yang membunuh anak kandungnya berinisial NL meminta keluarganya untuk membedah perutnya agar keluar uang.

Hal itu diungkap Soni Bakti, keponakannya.

Soni mengaku, sering mendapat curhatan tentang kehidupan, terutama masalah ekonomi dari korban. 

Menurut Soni, hal itu diungkapkan AG sekira 6 bulan lalu.

"Gak tau, dia gak bilang alasannya apa, nyembah apa, gak bilang, dia cuma bilang pengen digorok, katanya 'belah nih perut saya ada uangnya' cuma gitu saja," katanya, Selasa (18/6/2024).

Insiden pembunuhan yang dilakukan AG (30) warga Kampung Cibarugbug, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang pada anak kandungnya berinisial NL masih menyimpan misteri. 

Motif pelaku tega menghabisi nyawa balita berusia 3 tahun tersebut belum diketahui. Namun pelaku sempat meminta agar dirinya digorok.

Hal itu pernah pelaku ungkapan pada Soni Bakti, keponakannya yang juga keluarga korban.

Akan tetapi saat itu lanjut Soni, AG ditakut-takuti hingga dia mengurungkan niatnya. Akan tetapi tak lama setelah itu AG meminta untuk digorok lehernya kepada orangtuanya yang tinggal satu rumah dengan AG.

Baca juga: Ini Sosok Ayah Pelaku Pembunuhan Anak di Serang, Punya Kehidupan yang Tak Normal

"Dia sendiri minta pengen digorok, sampe ngejar-ngejar orang tuanya minta digorok, yah namanya orang tua kan mana mau, makanya orang tuanya lari ke rumah saya. Setelah itu dia (Pelaku) tenang lagi, biasa lagi," ungkapnya.

Akan tetapi saat malam takbir Idul Adha 2024, jelas Soni, AG meminta agar dirinya digorok pada adiknya. Namun setelah itu normal kembali dan sempat melakukan kumpul keluarga.

"Tapi tiba-tiba ada kejadian kayak gini, saya kaget lah. Namanya dari kecil saya yang ngurusin si korban ini," ujar Soni.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved