Daftar Industri di Banten Berpotensi PHK Karyawan Besar-besar di Tahun 2024

Pengamat Ekonomi Universitas Bina Bangsa Banten, Prof. Bambang D. Suseno menilai pelemahan nilai tukar rupiah membuat dunia usaha tidak kondusif.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Abdul Rosid
Ilustrasi/Freepik
Pengamat Ekonomi Universitas Bina Bangsa Banten, Prof. Bambang D. Suseno menilai pelemahan nilai tukar rupiah membuat dunia usaha tidak kondusif, terutama sektor manufaktur. 

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika tembus di kisaran Rp16.400-an. Kondisi ini membuat dunia usaha ketar-ketir karena harus menaikkan biaya produksi.

"Tentu akan berdampak," kata Hady kepada TribunBanten.com melalui sambungan telepon, Minggu (23/6/2024).

Menurut Hady, dampak tersebut terjadi apabila dunia industri di Provinsi Banten lebih banyak impor bahan baku untuk kebutuhan perusahaan. 

Namun jika industri lebih banyak melakukan ekspor lanjut Hady, tentu akan membawa pengaruh positif pada perkembangan dunia industri.

"Ini yang dikhawatirkan kalau perusahaan industri di Banten ini banyak impor konten, maka akan terjadi PHK," ujar dia.

Oleh karena itu, Hady mendorong agar pemerintah segera melakukan pemetaan perusahaan mana saja yang banyak melakukan impor bahan baku.

"Pemerintah pusat maupun provinsi harus memetakan jenis industri mana yang import content-nya besar atau tinggi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved