Diduga Terkait Demurrage Beras, Bayu Krisnamurthi Dicopot dari Dirut Bulog, Siapa Menyusul?
Bayu Krisnamurthi dicopot dari jabatan Direktur Utama Perum Bulog. Bayu Krisnamurthi menjabat sebagai Dirut Bulog selama satu tahun.
TRIBUNBANTEN.COM - Bayu Krisnamurthi dicopot dari jabatan Direktur Utama Perum Bulog.
Bayu Krisnamurthi menjabat sebagai Dirut Bulog selama satu tahun.
Namun, selama dia menjabat harga beras tidak turun.
Selain itu, pencopotan Bayu Krisnamurthi diduga terkait Demurrage.
Demurrage adalah biaya yang harus dibayarkan ketika kargo berada di pelabuhan atau terminal lebih lama dari batas waktu yang disepakati.
Baca juga: Diduga Beras Oplosan Beredar di Lapas Banten
Demurrage merupakan istilah yang sering digunakan dalam dunia ekspor dan impor, terutama dalam pengiriman barang melalui jalur laut.
Dugaan kerugian Rp 294,5 Miliar dalam kasus demurrage ini muncul lantaran impor beras terhambat oleh dokumen pengadaan impor yang tidak layak dan lengkap.
Akibatnya, kasus yang melibatkan Bulog dan Bapanas ini menimbulkan biaya denda di beberapa wilayah kepabeanan tempat masuknya barang impor.
Hingga kini, Arief Prasetyo Adi masih menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Baca juga: KPK Tangani Skandal Demurrage Rp294 Miliar, Pengamat Pertanyakan Transparansi Impor Beras Bulog
Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan pencopotan Bayu Krisnamurthi sebagai Dirut Bulog tak lepas dari kasus demurrage impor beras Rp 294,5 miliar.
Dia menilai kinerja Bulog di bawah kepimpinan Bayu Krisnamurthi jauh dari harapan.
“Memang saya lihat ada kaitan (pencopotan Bayu Krisnamurthi dengan mark up impor dan demurrage beras),” ujarnya pada Selasa (10/9/2024).
Selain itu, dia menyoroti transparansi di Bulog.
"Belum lagi Bulog selama ini kurang transparan kepada publik terkait dengan kebijakan-kebijakan itu untuk diarahkan penguatan ketahanan pangan itu sendiri," ujarnya.
Untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan, dia mempertimbangkan posisi Arief Prasetyo Adi dari Kepala Bapanas.
"Peningkatan kinerja terkait ketahanan pangan. Harus mencari kolaborasi sinergitas itu yang ditujukan antara lembaga-lembaga itu,” tambahnya.
| Bulog Serang Serap Gabah Petani 32.847 Ton Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Dukung Pemulihan Pascabencana, Polresta Serang Kota Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Banjir |
|
|---|
| Pemkab Lebak Siapkan Mesin Penggilingan Padi Modern di Cibadak, Dorong Produksi Beras Lokal |
|
|---|
| Komitmen Ditreskrimsus Polda Banten Terhadap Penegakan Hukum dalam Pengendalian Harga Beras |
|
|---|
| Tim Gabungan Cek Harga Beras di Pasar Ciruas Serang: Masih Normal! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ilustrasi-beras-untuk-membayar-fidyah.jpg)