Diduga Terkait Demurrage Beras, Bayu Krisnamurthi Dicopot dari Dirut Bulog, Siapa Menyusul?
Bayu Krisnamurthi dicopot dari jabatan Direktur Utama Perum Bulog. Bayu Krisnamurthi menjabat sebagai Dirut Bulog selama satu tahun.
KPK Tangani Demuurage Beras
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan jika semua proses penanganan laporan yang masuk penangananannya adalah rahasia.
Termasuk terkait demurrage atau denda impor beras Rp 294,5 miliar belakangan ini.
“(Semua proses) laporan masuk dan penyelidikan (demurrage Rp 294,5 miliar) sifatnya rahasia. Tapi, secara umum periode penanganan perkara di penyelidikan dapat diputuskan dilanjut ke penyidikan,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika, Senin,(19/8/2024).
Tessa mengungkapkan perkembangan mengenai laporan yang masuk ke KPK akan disampaikan perkembangannya setelah berjalan tiga bulan.
“Berdasarkan kebijakan Pimpinan (KPK) setelah dilakukan penyelidikan selama 3 bulan, dibuat laporan perkembangan penyelidikan,” tegas Tessa.
Baca juga: Siap-siap, Bacagub Banten Arief Wismansyah Bakal Bagi-bagi Ratusan Ton Beras Besok, Ini Lokasinya!
Tessa menambahkan apabila pihaknya belum menemukan bukti-bukti, maka akan dilakukan perpanjangan proses penanganan. Perpanjangan proses penanganan perkara bisa memakan waktu hingga satu tahun.
“Bila masih dibutuhkan waktu untuk mencari bukti permulaan yang cukup maka akan dilakukan perpanjangan,” pungkas Tessa.
Sebelumnya, Studi Demokrasi Rakyat (SDR) melaporkan Perum Bulog dan Bapanas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (3/7), atas dugaan penggelembungan harga beras impor dari Vietnam serta kerugian negara akibat demurrage di Pelabuhan.
Meski demikian, belum ada perkembangan lanjutan terkait penanganan kasus tersebut, karena penyelidikan yang dilakukan oleh KPK masih bersifat rahasia.
Dugaan kerugian demurrage senilai Rp294,5 miliar muncul karena impor terhambat oleh dokumen pengadaan impor yang tidak layak dan lengkap, sehingga menimbulkan biaya denda peti kemas di sejumlah wilayah kepabeanan tempat masuknya beras impor.
Baca juga: Lokasi Bazar Ramadan di Banten: Diskon Harga Beras hingga 60 persen dari Harga Normal
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi sudah pernah menjelaskan terkait demurrage dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR, pada Kamis, 20 Juni 2024 lalu.
Dalam kondisi tertentu, demurrage atau keterlambatan bongkar muat adalah hal yang tidak bisa dihindarkan sebagai bagian dari resiko penanganan komoditas impor. Jadi misalnya dijadwalkan 5 hari, menjadi 7 hari. Mungkin karena hujan, arus pelabuhan penuh, buruhnya tidak ada karena hari libur dan sebagainya.
"Dalam mitigasi risiko importasi, Demurrage itu biaya yang sudah harus diperhitungkan dalam kegiatan ekspor impor. Adanya biaya demurrage menjadi bagian konsekuensi logis dari kegiatan ekspor impor. Kami selalu berusaha meminimumkan biaya demurrage dan itu sepenuhnya menjadi bagian dari biaya yang masuk dalam perhitungan pembiayaan perusahaan pengimpor atau pengekspor,” ucap Bayu Krisnamurthi.
Saat ini, Bulog masih memperhitungkan total biaya demurrage yang harus dibayarkan, termasuk dengan melakukan negosiasi ke pihak Pelindo, pertanggungan pihak asuransi serta pihak jalur pengiriman.
| Sidak Gudang Bulog di Serang, Annisa Mahesa Ungkap Stok Beras Capai 38 Ribu Ton: Cukup untuk 6 Bulan |
|
|---|
| Harga Beras di Pasar Ciruas Serang Merangkak Naik, Pedagang Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| Tinjau Langsung Gudang Bulog, Ali Zamroni Pastikan Stok Beras Lebak-Pandeglang Aman dan Berlimpah |
|
|---|
| Bulog Serang Serap Gabah Petani 32.847 Ton Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Dukung Pemulihan Pascabencana, Polresta Serang Kota Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ilustrasi-beras-untuk-membayar-fidyah.jpg)