Pengembangan Transmisi Listrik Jadi Kunci Pacu Transisi Energi dan Pertumbuhan Industri
Dibutuhkan sebuah perencanaan dan komitmen jangka panjang yang harus kita mulai
"Kalau PLN tidak melakukan apa-apa, business as usual, output karbon kita akan mencapai 1,5 miliar metrik ton CO2e, sehingga PLN perlu mendorong pengembangan transmisi untuk mengoptimalkan sumber-sumber energi hijau," kata Didi.
Baca juga: Semarak Hari Pelanggan 2024, PLN UID Banten Gaungkan Electrifying Lifestyle Serentak di Enam Lokasi
Menurut dia, banyak sumber daya energi bersih yang tersebar di Indonesia.
Namun, karena lokasinya jauh dari pusat demand, pemanfaatannya masih belum maksimal.
"Oleh karena itu, dibutuhkan infrastruktur transmisi yang bisa mengevakuasi daya tersebut kepada pusat-pusat demand listrik," ucapnya.
Peningkatan infrastruktur ketenagalistrikan nasional khususnya transmisi memerlukan dukungan pemerintah.
Satu di antara tantangan dalam mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan yaitu dari sisi keekonomian transmisi, di mana Return on Investment (ROI) pengembangan transmisi lebih rendah dibandingkan pembangkitan.
Baca juga: Percepat Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan, PLN Gandeng Pupuk Indonesia dan ACWA Power
Dalam proses transisi energi, diperlukan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
"Sehingga, kolaborasi dengan berbagai stakeholder lokal maupun internasional perlu dijalin. Karena ini adalah proyek besar, perlu kolaborasi dari kebijakan, teknologi, inovasi hingga investasi,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pln-siap-mendorong-transisi-energi-bersih.jpg)