PROFIL Emmanuel Macron, Presiden Prancis Imbau Embargo Senjata ke Israel

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengimbau negara-negara Barat menghentikan pengiriman senjata atau embargo senjata ke Israel.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
ABDULMONAM EASSA / POOL / AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron 

Macron bekerja sebagai Inspektur Keuangan dalam Kementerian Ekonomi Prancis antara 2004 dan 2008. 

Pada 2007, ia menjabat sebagai deputi rapporteur pada Komisi untuk mempengaruhi pertumbuhan Prancis yang dikepalai oleh Jacques Attali.

Ia kemudian meninggalkan jabatan tersebut untuk menjadi bankir investor di Rothschild & Cie Banque.

Macron adalah anggota Partai Sosialis dari tahun 2006 hingga 2009.

Baca juga: Berusaha Menyerang Lebanon Selatan, Lebih dari Selusin Tentara Israel Dihabisi Hizbullah

Dari tahun 2012 hingga 2014, ia menjabat sebagai deputi sekretaris jenderal Élysée, seorang anggota senior staf Presiden Hollande.

Ia dilantik menjadi Menteri Ekonomi, Industri dan Data Digital dalam Kabinet Valls kedua pada 26 Agustus 2014, menggantikan Arnaud Montebourg.

Macron menikah dengan Brigitte Trognieux, seorang guru Prancis yang pertama kali bertemu dengannya di sekolah menengah atas, ketika usianya baru 15 tahun dan Brigitte berusia 39 tahun. 

Pasangan tersebut tinggal dengan anak-anak Trognieux dari pernikahan sebelumnya di Prancis.

Kritik Operasi Israel

Seperti dilansir dari VOAIndonesia,  Presiden Prancis Emmanuel Macron, Sabtu (5/10), mengimbau komunitas Barat untuk menghentikan pengiriman senjata ke Israel untuk digunakan di Gaza. Ajakan tersebut memicu tanggapan keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Macron juga mengkritik keputusan Netanyahu untuk mengirim pasukan dalam melakukan operasi darat di Lebanon.

"Saya pikir hari ini, prioritasnya adalah kita kembali ke solusi politik, bahwa kita berhenti mengirim senjata untuk berperang di Gaza," kata Macron kepada penyiar Prancis, France Inter.

"Prancis tidak mengirim apa pun," tambahnya selama wawancara, yang direkam pada Selasa.

Macron menegaskan kembali kekhawatirannya atas konflik di Gaza yang terus berlanjut meskipun ada seruan berulang kali untuk melakukan gencatan senjata.

"Saya pikir kami tidak didengarkan," katanya. "Saya pikir itu adalah kesalahan, termasuk untuk keamanan Israel," katanya, seraya menambahkan bahwa perang itu mengarah pada "kebencian".

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved