PROFIL Emmanuel Macron, Presiden Prancis Imbau Embargo Senjata ke Israel

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengimbau negara-negara Barat menghentikan pengiriman senjata atau embargo senjata ke Israel.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
ABDULMONAM EASSA / POOL / AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron 

Komentarnya memicu tanggapan cepat dari Netanyahu.

Baca juga: Kala Presiden Iran Sebut Iron Dome Milik Israel Lebih Rapuh daripada Kaca

"Saat Israel memerangi kekuatan barbarisme yang dipimpin Iran, semua negara beradab harus berdiri teguh di sisi Israel," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

"Namun, Presiden Macron dan para pemimpin Barat lainnya kini menyerukan embargo senjata terhadap Israel. Mereka harus malu,” tukasnya.

Kantor Macron menanggapi dengan pernyataannya sendiri pada Sabtu malam.

Prancis adalah "sahabat setia Israel", katanya, yang menggambarkan reaksi Netanyahu sebagai "berlebihan dan tidak sejalan dengan persahabatan antara Prancis dan Israel".

Qatar, mediator utama dalam perundingan gencatan senjata Gaza, mengatakan pernyataan Macron adalah "langkah penting dan dihargai untuk menghentikan perang".

Yordania menyambut baik pernyataan pemimpin Prancis itu dan menekankan "pentingnya memberlakukan larangan total terhadap ekspor senjata ke Israel" dan "konsekuensi nyata" atas tindakan negara itu.

Warga Palestina memeriksa puing-puing masjid yang diubah menjadi tempat perlindungan di Deir al-Balah di Jalur Gaza bagian tengah, yang menjadi sasaran serangan Israel pada malam 6 Oktober 2024. (Foto: AFP)
Seruan Gencatan Senjata

Dalam wawancaranya, Macron juga mengatakan bahwa menghindari eskalasi di Lebanon adalah sebuah "prioritas."

"Lebanon tidak bisa menjadi Gaza baru," tambahnya.

Ia kembali membahas isu tersebut pada Sabtu (5/10) dalam pidatonya di konferensi negara-negara berbahasa Prancis di Paris.

Macron menyampaikan penyesalannya atas keputusan Perdana Menteri Netanyahu yang memilih jalan berbeda, terutama terkait operasi darat di Lebanon, di tengah seruan gencatan senjata dari Paris dan Washington.

Sebanyak 88 anggota organisasi negara berbahasa Prancis, Organisasi Internasional La Francophonie (OIF), termasuk Prancis dan Kanada, telah menyerukan gencatan senjata "segera dan abadi" di Lebanon, tambahnya.

Macron menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri. Ia juga mengumumkan bahwa pada Senin, ia akan bertemu dengan kerabat warga Prancis-Israel yang disandera di Gaza.

Baca juga: Prediksi Pasca Serangan Iran ke Israel, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Israel memperingati ulang tahun pertama serangan Hamas pada 7 Oktober, yang memicu perang di Gaza dan kini meluas ke negara tetangga Lebanon, dan memicu krisis regional yang berbahaya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved