Cuaca Ekstrem di Banten

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Terus Menerus di Banten

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Merak mengungkap, penyebab cuaca panas terik, yang melanda sebagian wilayah di Provinsi Banten akhir-akhir ini.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ahmad Haris
Kolase TribunBanten.com/Ist
Ilustrasi cuaca terik panas di Banten. 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Merak mengungkap, penyebab cuaca panas terik, yang melanda seluruh wilayah di Provinsi Banten akhir-akhir ini.

Koordinator Pelayanan Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Merak, Tatang Rusmana mengatakan, saat ini Provinsi Banten sedang memasuki peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Oleh karena itu, gerak semu matahari saat ini berada di Selatan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Banten Hari Ini, 29 Oktober 2024

"Termasuk Provinsi Banten ini kan umumnya berada di Selatan katulistiwa, jadi gerak semu matahari ada di selatan," ujarnya kepada TribunBanten.com, Selasa (29/10/2024).

Tatang juga menjelaskan, terdapat perbedaan gerak semu matahari antara musim kemarau, dengan musim peralihan seperti saat ini.

"Jika pada musim kemarau gerak semu matahari berada di utara, tapi karena kita sedang berada di musim peralihan, maka semu mataharinya sudah masuk di wilayah selatan," jelasnya. 

Tatang menyebut, durasi penyinaran matahari juga lebih lama, jika dibandingkan pada saat musim kemarau. 

"Sementara musim hujannya belum merata, sehingga terasa lebih panas karena tidak ada hujan," ucapnya. 

Tatang juga mengatakan, fenomena ini merupakan fenomena harian seperti biasanya.

Baca juga: Awas Hujan! Ini Prakiraan Cuaca di Banten Besok, 29 Oktober 2024

"Sebetulnya fenomena nya lebih ke fenomena harian seperti biasa, yang diakibatkan oleh pergerakan semu matahari," katanya.

Tatang lalu mengimbau, agar masyarakat waspada terhadap musim pancaroba seperti saat ini, yang dapat menimbulkan cuaca ekstreme. 

"Karena kondisinya di beberapa daerah cukup tinggi perbedaan antara tekanan udara, sehingga cuacanya lebih ekstreme," jelasnya. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved