Apa Arti Kurikulum Deep Learning? Begini Penjelasan Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Apa arti kurikulum deep learning? berikut ini penjelasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Editor: Abdul Rosid
Ilustarsi/Net
Apa arti kurikulum deep learning? berikut ini penjelasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. 

TRIBUNBANTEN.COM - Apa arti kurikulum deep learning? berikut ini penjelasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat ini tengah merancang kurikulum deep learning sebagai pengganti kurikulum merdeka belajar.

Menurut Mu'ti, deep learning bertujuan memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. 

Baca juga: Mengenal Tiga Elemen pada Metode Pembelajaran Kurikulum Deep Learning, Ini Penjelasanya

Deep learning memiliki tiga elemen utama, yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Learning, dan Joyfull Learning.

1. Mindfull Learning: menyadari keadaan murid berbeda-beda 

2. Meaningfull Learning: mendorong murid berpikir dan terlibat dalam proses belajar 

3. Joyfull Learning: mengedepankan kepuasan dan pemahaman mendalam.

Lalu, apa itu deep learning yang disebut akan menggantikan Kurikulum Merdeka Belajar?

Deep Learning sebagai pendekatan belajar

Abdul Mu'ti mengungkapkan, istilah deep learning atau pembelajaran mendalam adalah pendekatan belajar untuk meningkatkan kapasitas siswa. 

Namun, dia membantah deep learning dianggap sebagai sebuah kurikulum pendidikan. 

"Deep learning itu bukan kurikulum. Itu pendekatan belajar," ujarnya.

Baca juga: Putusan MK soal Penganut Kepercayaan Beri Hak Konstitusi dalam Pencantuman Dokumen Negara

Mu'ti menegaskan, Kemendikdasmen kini masih mengkaji kurikulum pendidikan yang akan diterapkan di Indonesia. 

Meski begitu, dia memastikan Kemendikdasmen belum memutuskan untuk mengganti Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan pada masa jabatan Mendikbudristek Nadiem Makarim. 

"Belum ada keputusan soal itu, yang saya sampaikan itu soal pendekatan belajarnya," tegas Mu'ti. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved