Wacana Kurikulum Merdeka Belajar Dihapus Diganti Deep Learning, Ini Kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Wacana penghapusan kurikulum merdeka belajar yang diganti oleh kurikulum deep learning ramai dibicarakan.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Engkos
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjawab wacana penghapusan kurikulum merdeka belajar yang diganti oleh kurikulum deep learning ramai dibicarakan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Wacana penghapusan kurikulum merdeka belajar yang diganti oleh kurikulum deep learning ramai dibicarakan.

Lantas apakah benar kurikulum merdeka belajar diganti dengan kurikulum deep learning

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini tengah mengkaji mengenai kurikulum yang akan diterapkan di Indonesia.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan, kurikulum merdeka belajar saat ini tengah dievaluasi oleh Kemendikdasmen.

Baca juga: Petugas Haji 2025: Cara Daftar, Formasi PPIH Arab Saudi dan Tahapannya

Untuk saat ini Kemendikdasmen menyiapkan deep learning.

Mu'ti membantah, jika deep learning merupakan pengganti kurikulum merdeka belajar.

Ia menyebut, deep learning merupakan pendekatan belajar untuk siswa.

Tujuannya lanjut Mu'ti, memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

"Deep learning itu bukan kurikulum. Itu pendekatan belajar," ujarnya dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (12/11/2024).

Mu'ti menegaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini masih mengkaji kurikulum pendidikan yang akan diterapkan di Indonesia.

Meski begitu, dia memastikan Kemendikdasmen belum memutuskan untuk mengganti Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan pada masa jabatan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

"Belum ada keputusan soal itu, yang saya sampaikan itu soal pendekatan belajarnya," tegas Mu'ti.

Sebagai informasi,  sebelumnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dikabarkan berencana mengubah kurikulum pendidikan, kebijakan zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Ujian Nasional (UN).

Saat ini Kemendikdasmen masih melakukan kajian soal rencana perubahan kebijakan terkait pendidikan dasar dan menengah tersebut.

Rencananya kebijakan baru tersebut akan ditetapkan atau diberlakukan mulai tahun ajaran baru pada 2025 mendatang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved